EDISIINDONESIA.id- Harga emas dunia merosot tajam hingga 2 persen pada penutupan perdagangan Jumat, 25 April 2025, di pasar spot New York.
Pelemahan ini menandai penurunan mingguan pertama emas setelah periode penguatan sebelumnya. Penguatan dolar AS menjadi penyebab utama penurunan harga emas.
Pada penutupan perdagangan Jumat (waktu New York), atau Sabtu pagi WIB, harga emas spot anjlok 1,7 persen menjadi US$ 3.292,99 per ons. Kontrak emas berjangka AS juga melemah 1,5 persen, ditutup pada US$ 3.298,40 per ons.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami penurunan, antara lain perak (turun 1,6 persen ke US$ 33,03 per ons), platinum (turun 0,5 persen ke US$ 965,53 per ons), dan palladium (turun 1,8 persen ke US$ 936,89 per ons).
Kenaikan indeks dolar AS, yang diperkirakan mencatatkan penguatan mingguan pertamanya sejak Maret 2025, menjadi faktor utama penurunan harga emas. Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga menekan permintaan.
Situasi ini diperparah oleh laporan bahwa pemerintah China mempertimbangkan untuk membebaskan beberapa produk AS dari bea masuk 125 persen, yang berpotensi mengurangi permintaan emas dari China.(edisi/rmol)
Comment