Waspada Potensi Hujan Disertai Petir dan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

EDISIINDONESIA.id – Mayoritas kota besar di Indonesia diperkirakan akan diguyur hujan hari ini, Rabu, 16 April 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca, termasuk petir, genangan, dan penurunan jarak pandang.

Dalam siaran daringnya, prakirawan BMKG Raeni Cindi menyampaikan bahwa potensi hujan dengan berbagai intensitas akan terjadi hampir merata di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Hujan ringan dengan curah hujan di bawah 2,5 mm per jam diperkirakan akan turun di beberapa kota seperti Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Bengkulu, Bandung, Pontianak, Palangka Raya, Samarinda, Mamuju, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ambon, Ternate, Manokwari, dan Jayapura.

Sementara itu, hujan sedang diprediksi terjadi di Palembang, Serang, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke. Kota Medan bahkan diperkirakan akan mengalami hujan lebat, dengan intensitas lebih dari 5,0 mm per jam.

Beberapa kota seperti Tanjung Pinang, Jambi, Semarang, Kupang, Banjarmasin, Tanjung Selor, Manado, dan Sorong berpotensi diguyur hujan disertai petir, yang perlu diwaspadai karena berisiko menimbulkan gangguan aktivitas luar ruangan.

Di sisi lain, cuaca cenderung berawan hingga berkabut akan menyelimuti kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Mataram, dan Denpasar. Suhu udara diperkirakan berada dalam kisaran 25–30 derajat Celcius.

BMKG menjelaskan bahwa dampak dinamika atmosfer menjadi penyebab utama cuaca basah ini. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain:

  • Bibit Siklon Tropis 96S di selatan Pulau Sumba, NTT, dan 97S di Laut Arafuru, selatan Maluku.
  • Sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Aceh–Sumatera Selatan.
  • Perlambatan angin dari wilayah Aceh hingga Laut Sulawesi.
  • Daerah konvergensi atau pertemuan angin di Laut Andaman, Perairan Barat Sumatera, Laut Sulawesi, Laut Cina Selatan, serta Perairan Utara Papua–Halmahera Selatan.

Kondisi tersebut turut memicu pertumbuhan awan penghujan dan gelombang laut tinggi yang diperkirakan mencapai 2,5 meter atau lebih di beberapa wilayah perairan Indonesia. (edisi/fajar)

Comment