Kendari Bertekad Raih Kembali Piala Adipura 2024: Siap Bersaing di Kompetisi KebersihanKendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bertekad untuk kembali meraih penghargaan bergengsi Adipura pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) terus berupaya membenahi dan meningkatkan kualitas kebersihan di berbagai titik pantau yang menjadi penilaian tim penilai Adipura.

16 Komponen Penilaian, TPA Jadi Fokus Utama

Kepala DLHK Kota Kendari, Paminuddin, menjelaskan bahwa penilaian Adipura meliputi 16 komponen, dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi komponen paling penting dengan bobot nilai 60 persen.
“Selain TPA, 15 komponen lainnya meliputi titik pantau seperti perumahan, pertokoan, pasar, sekolah, hutan kota, sungai, saluran, pantai wisata, dan Bank Sampah,” ungkap Paminuddin.

Partisipasi Aktif Masyarakat Jadi Kunci

Paminuddin menekankan bahwa drainase, ruang terbuka hijau, pelayanan pengumpulan sampah, dan pemilahan sampah menjadi komponen yang selalu ada dalam penilaian. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Kendari untuk aktif terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Ayo masyarakat Kota Kendari, kita bahu membahu untuk mewujudkan kota kita yang terbersih lingkungannya melalui raihan Adipura,” ajaknya.

Dukungan Penuh dari Pj Sekda Kota Kendari dan DPRD

Pj Sekda Kota Kendari, dr Sukirman, juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya meraih Adipura. Ia mengimbau masyarakat untuk membuang sampah pada malam hari agar lingkungan terlihat bersih saat pagi.
“Kita harus mempersiapkan titik pantau yang akan dikunjungi tim penilai dengan baik. Tim penilai hanya datang satu kali, jadi kita harus siap,” tegas Sukirman.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif para pejabat dan jajarannya dalam mewujudkan target meraih Adipura.

“Adipura layaknya sebuah kompetisi. Kita harus memiliki strategi yang tepat untuk meraih hasil maksimal. Saya berharap seluruh instansi berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” ungkap Sukirman.

Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Lawama, menambahkan bahwa edukasi dan sosialisasi masif sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih.
“Bukan hanya pengadaan alat kebersihan atau prasarana pengangkutan sampah, tetapi peran serta masyarakat yang menjadi kunci utama. Bagaimanapun usaha pemerintah, jika tidak didukung sepenuhnya oleh warga, hal itu tidak akan terwujud,” tegas Lawama.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung Pemkot Kendari dalam meraih Adipura untuk ke-13 kalinya.
“Supaya Adipura bisa diraih, diimbau mendukung Pemkot dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, baik lingkungan kerja maupun lingkungan tempat tinggal,” ajak Lawama.

Menjaga Kebersihan Fasilitas Publik

Selain menjaga lingkungan rumah, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan fasilitas publik seperti sungai.

“Jangan sampai membuang sampah ke sungai, tetapi buanglah sampah pada tempatnya yang telah disediakan oleh pemerintah,” pinta Lawama.

Dengan diraihnya kembali piala Adipura, Kota Kendari akan menunjukkan bahwa kota ini memenuhi penilaian yang bisa dilihat dari indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan seperti kebersihan, dan keteduhan kota, serta pengelolaan lingkungan perkotaan (non fisik) sehingga kota terlihat asri, dan sejuk.

Pencapaian Adipura merupakan bukti komitmen Pemkot Kendari dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam meraih target ini. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Kota Kendari diharapkan dapat kembali meraih penghargaan Adipura pada tahun 2024.(adv)

Comment