KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah menjadikan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu fokus utama melalui investasi besar-besaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diproyeksikan menjangkau hingga 82,9 juta penerima dan memakan anggaran sebesar Rp. 400 triliun.
Menanggapi hal itu, Serikat Tani Nelayan (STN) Kabupaten Konawe, yang merupakan organisasi pendiri Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) selaku Partai pendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, menyatakan kesiapannya untuk menyambut dan mensukseskan program nasional tersebut di Kabupaten Konawe.
“STN Konawe telah mempersiapkan kelompok-kelompok tani penyuplai bahan pangan ke setiap SP. Tidak terkecuali suplai ikan, STN Kecamatan Soropia, Kapoiala dan Bondoala telah menyatakan diri siap untuk hal itu melalui Koperasi STN,” terang Jumran, S.IP, Ketua Serikat Tani Nelayan (STN) Konawe, Kamis (21/11).
Pihaknya telah melakukan konsolidasi kepengurusan hingga tingkat kelompok tani di setiap desa di sejumlah kecamatan selama dua bulan terakhir. Hal ini dilakukan guna memastikan pemasokan bahan baku melalui Koperasi STN untuk kemudian didistribusikan ke satuan pelayanan (SP) atau Dapur Umum yang telah ditentukan.
Berdasarkan informasi kementerian, dalam setiap SP terdapat tiga personel, yaitu ahli gizi, pegawai administrasi dan pejabat pembuat komitmen (PPK). Di tingkat SP, PKK kemudian menjalankan tugas pembelian bahan baku pangan langsung dari koperasi produsen. Setiap SP menyalurkan makanan bergizi setiap hari kepada 3.000 penerima manfaat, karenanya dibutuhkan pasokan beras sebanyak 350 Kg, ayam 500 Kg, daging sapi 200 Kg dan susu 600 liter.
Jumran juga menjelaskan, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Ari Setiadi telah menyampaikan cakupan peran koperasi dalam distribusi program prioritas MBG. Hal ini merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan telah tertuang dalam rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Koperasi Produsen juga akan terlibat secara aktif dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis atau MBG,” tukasnya.
Pelaksanaan program ini juga telah tertuang dalam RPABD 2025 Pemerintah Kabupaten Konawe, dan tidak hanya melibatkan koperasi produsen, namun juga petani, nelayan, peternak serta masyarakat pada umumnya. Hal ini berimbas pada perputaran roda ekonomi kerakyatan di setiap desa/Kelurahan di Kabupaten Konawe.
Outputnya, selain penurunan angka kemiskinan, angka stunting di Kabupaten Konawe dapat ditekan dengan intervensi lebih spesifik yang tertuju langsung kepada mereka di masa depan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak PAUD hingga siswa SLTA.(**)
Comment