GIPI Sultra Gelar Rakerda 2024, Usulkan Lima Rekomendasi untuk Pengembangan Pariwisata

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seluruh asosiasi industri pariwisata di Sulawesi Tenggara (Sultra) berkumpul dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Kubah 9 Kendari, Sabtu (3/8/2024).

Acara yang mengusung tema “Penguatan Sinergi GIPI dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Sulawesi Tenggara” ini bertujuan untuk membahas strategi pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Rakerda dibuka dengan diskusi panel yang menghadirkan Ketua DPD GIPI Sultra, Hugua, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili, dan Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan. Diskusi ini menghasilkan kesepakatan bahwa pembangunan pariwisata di Sultra sangat strategis dan harus dijadikan salah satu sektor utama pembangunan daerah.

Wakil Sekretaris GIPI Sultra, Rudi Supriono, menjelaskan bahwa diskusi panel ini menyoroti pentingnya menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam pembangunan Sulawesi Tenggara, terutama dengan mempertimbangkan posisi geopolitik dunia dan pergeseran peradaban dari 4.0 menuju 5.0.

“Kesepakatan itu kemudian kami bahas secara detail dalam sidang pleno bersama asosiasi pariwisata dan menghasilkan lima rekomendasi bagi calon gubernur dan wakil gubernur ke depan,” kata Rudi.

Rudi menguraikan lima rekomendasi tersebut sebagai berikut:

  1. Menjadikan Pariwisata sebagai Leading Sector: Pariwisata harus menjadi salah satu sektor unggulan dalam visi misi calon gubernur dan wakil gubernur.
  2. Prioritas Kebijakan Pemerintah Daerah: Rencana pembangunan pariwisata berkelanjutan di Sultra sudah baik, namun belum terealisasi karena sektor ini belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah daerah. Diperlukan kebijakan dan tindakan nyata dari gubernur yang mampu mengikat bupati dan walikota dalam alokasi APBD.
  3. Peningkatan Konektivitas: Sulawesi Tenggara menghadapi masalah konektivitas udara, transportasi darat, dan laut antar kabupaten/kota. Diperlukan kepemimpinan yang mampu memprioritaskan perbaikan aksesibilitas ke seluruh kawasan objek wisata.
  4. Pengembangan Kota MICE: Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions). Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi perlu didorong menjadi Kota MICE untuk meningkatkan kunjungan wisata di kabupaten/kota lainnya.
  5. Calender Event Terintegrasi: Calender event di Sultra saat ini belum mencerminkan program unggulan kabupaten/kota dan belum terintegrasi. Rekomendasi kelima adalah membuat calender event yang terintegrasi dan berbasis pada destinasi pariwisata prioritas penyangga KSPN Wakatobi berdasarkan SK Gubernur Nomor 310 Tahun 2022.

Selain menyampaikan rekomendasi, GIPI Sultra juga akan meminta kesediaan calon gubernur dan wakil gubernur untuk berdiskusi dengan mereka guna memastikan pariwisata menjadi bagian penting dari visi misi calon pemimpin daerah.

“Hal ini sebagai langkah atau upaya untuk memastikan pariwisata menjadi bagian penting dari visi misi calon pemimpin daerah kita,” tutupnya. (**)

Comment