KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Bakal calon Gubernur (Bacagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ruksamin beberkan berbagai permasalahan yang ada di Bumi Anoa.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Leaders Talk bertajuk ‘Jalan Panjang Mewujudkan Kesejahteraan’ yang diinisiasi oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Kendari, bertempat di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari, Kamis (30/5/2024).
Bupati Konawe Utara (Konut) ini membeberkan bahwa berbagai permasalahan yang ada di Sultra, pertama yaitu dari segi ekonomi yakni relatif rendahnya daya saing wilayah, kondisi stabilitas makro dan kemandirian fiskal masih lemah dam inflasi di Sultra tercatat cukup tinggi.
Kemudian yang kedua dari segi sosial, yakni tingkat kesehatan masyarakat masih di bawah rata-rata nasional, prevalensi stunting lebih tinggi dari angka rata-rata nasional, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan masih relatif rendah.
“Nilai IPM lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata IPM nasional. Selanjutnya itu kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan masih kurang, dimana capaian APM tingkat SMP itu masih dibawa capaian APM nasional,” bebernya.
Selanjutnya permasalahan ketiga di Sultra yaitu dari segi sarana dan prasarana, yang mana kondisi infrastruktur dasar maupun konektivitas masih belum optimal. Pendekatan konektivitas multimoda dan antarmodal belum secara optimal dilaksanakan.
Juga pengembangan transportasi perkotaan, termasuk pengembangan angkutan umum massal di Kendari, belum secara optimal dipersiapkan untuk mengantisipasi peningkatan urbanisasi dan motorisasi.
Lalu, sanitasi dan penanganan persampahan masih rendah. Juga risiko bencana yang cukup tinggi, terutama terkait gempa dan likuifaksi. Selain itu sistem ketenaga listrikan belum terinterkoneksi secara menyeluruh dan terdiri dari banyak subsistem kecil terutama di kepulauan.
Kemudian, infrastruktur ketenagalistrikan terdiri dari sistem interkoneksi Sulawesi yang belum terhubung ke seluruhnya (Sistem Sulawesi Tenggara dan sistem Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat).
“Siapapun yang jadi gubernur, ini tugas kita semua,” ucapnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Ruksamin mengatakan bahwa tidak serta-merta bisa dilakukan begitu saja tetapi membutuhkan yang namanya keselarasan.
“Jadi butuh namanya calon bupati, wali kota, gubernur yang luar biasa. Dibutuhkan kepemimpinan di Sultra yang memiliki visi jauh ke depan untuk mewujudkan Sultra yang maju menuju Indonesia emas 2045,” ujarnya.
“Tentunya, visi yang dapat memastikan integrasi segenap potensi di provinsi Sultra, terbangunnya sinergi harmonis antara masyarakat baik itu antar suku agama daratan kepulauan, negara dalam hal pemerintah provinsi kabupaten kota dan swasta,” pungkasnya. (**)
Comment