KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Ditengah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk melakukan penertiban dan penataan kembali Kawasan MTQ sesuai peruntukannya.
Mendapatkan respon positif dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dibawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto menawarkan kepada para pedagang yang akan terdampak, untuk bersama-sama relokasi ke sekitar Gedung BLUD Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koprasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM).
Tawaran tersebut, menurut Pj. Gubernur yang diutarakan melalui Sekda Sultra, Asrun Lio bukan tanpa pertimbangan, mengingat lokasi yang ditawakan tersebut juga pernah menjadi Kawasan UMKM.
Lebih lanjutnya, lokasi itu dekat dengan akses sarana publik, jalan poros, telah tersedia sekitar 28 lods, kawasan cukup luas sekitar 1.500 meter untuk menampung jumlah pedagang yang telah ada saat ini, lokasi tanah milik pemerintah, terlebih lagi Pemprov Sultra akan terus melakukan pembenahan terhadap kawasan relokasi tersebut, mulai dari pembersihan hingga pengadaan listrik.
Tidak hanya itu saja, kata dia bahkan Pemprov Sultra akan membantu promosi terhadap keberadaan UMKM di lokasi relokasi, diantaranya dengan melakukan launching, serta mengumpan masyarakat untuk datang berkunjung dengan mengajak para OPD Pemprov maupun Pemkot bersama-sama mensosialisasikan UMKM bahkan berbelanja.
“Pemerintah Provinsi dan Pemkot Kendari telah bersepakat akan melakukan MoU terkait pengelolaan kawasan di luar Pagar MTQ, terlebih Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga akan memberikan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Kendari dalam menertibkan kawasan MTQ, sesuai dengan aturan tata ruang Kota Kendari yang berlaku,” ucapnya.
Menurut Sekda Sultra, bahwa Pj. Gubernur sangat memberikan perhatian terhadap pertumbuhan UMKM yang ada di wilayah Bumi Anoa termasuk di Kota Kendari.
Sebab keberadaannya memberikan dampak positif, mulai dari ikut menekan laju inflasi, hingga mengurangi tingkat kriminalitas daerah perkotaan karena adanya kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidup. Namun saja, ditengah dampak positif tersebut wajib dilakukan tanpa menabrak aturan yang lain.
“Tanpa mengabaikan keberadaan para UMKM kita, Pemprov Sultra mendukung upaya Pemkot Kendari dalam pengelolaan Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), termasuk di Kawasan MTQ. Pengelolaan itu nantinya, mulai terkait dengan penerangan seluruh jalan protokol, adanya UPTD pengelolaan Kawasan RTH sehingga pengelolaan retribusi, pengamanan atau pemeliharaan aset milik Pemda bisa dikelola dengan baik,” paparnya.
Untuk itu, lanjut Sekda Sultra ini, guna mendukung upaya pemerintah dalam melakukan penataan terhadap tata ruang kota, maka diperlukan kerjasama semua pihak, termasuk para PKL yang masih berada pada Kawasan yang bukan untuk peruntukannya, agar menempati Lokasi yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Kendari, selain itu Pemprov Sultra juga telah menyiapkan Kawasan UMKM.
Sekda Sultra ini menambahkan, terkait relokasi tersebut, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi secara persuasif dan penjelasan terkait niat baik pemerintah dalam melakukan penataan terhadap seluruh wilayah yang dilakukan secara bertahap, mulai dari Kawasan Kali Kadia hingga kini menuju Kawasan MTQ.
“Saat ini Pemprov Sultra tengah melakukan sosialisasi kepada para pedagang, termasuk diantaranya dengan melibatkan secara langsung perwakilan yang telah dipercayakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya ketersinggungan atau kesalah pahaman, sehingga para pedagang diharapkan bersedia untuk melakukan pemindahan secara suka rela di tempat relokasi,” bebernya.
Sehingga ia berharap, melalui kepastian tempat yang telah disediakan oleh Pemprov Sultra, agar para pedagang sekitar Kawasan MTQ untuk bersama-sama mempersiapkan diri menempati lokasi yang baru nantinya, sehingga Pemkot Kendari dapat dengan lancar melaksanakan tugas penataannya.
Sebelum Pemprov Sultra melakukan rilis ini, Sekda Sultra, Asrun Lio juga menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah pedagang yang tergabung dalam forum Asosiasi Pedagang Kuliner Kawasan MTQ Kendari.
Dalam kesempatan itu, para pedagang maupun Sekda Sultra saling memberikan respon hangat, termasuk Sekda Sultra menjelaskan terkait peruntukan Kawasan MTQ sesuai dengan grand design awalnya.
Dibuka Sekda, Lomba Olahraga antar OPD Pemprov Sultra Resmi Dimulai

Lomba olahraga antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dibuka oleh Sekretaris Daerah Sekda Sultra, Asrun Lio, Jum’at (19/4/2024).
Lomba olahraga ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sultra ke 60 tahun.
Dalam sambutannya, Sekda Sultra Asrun Lio menyampaikan agar seluruh peserta selalu menjunjung sportivita.
“Selamat bertanding, semoga olahraga seperti futsal dapat menjadi cabor andalan Sultra yang dapat berpartisipasi pada ajang PON maupun pekan olahraga lainnya yang bertarap nasional dan internasional,” ujarnya.
Diahir sambutannya, Sekda Sultra sekali lagi menegaskan untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam bertanding serta selalu menjaga ketertiban dalam melaksanakannya.
Sebagai simbol dibukanya secara resmi, Sekda menendang bola perdana ke gawang dan sebagai kiper adalah Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sultra Ridwan Badallah. (adv)
Comment