KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Muhamad Saleh didampingi Kepala Kankemenag Buton Selatan, H. Mukhtar memberikan penguatan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Islam dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan.
Kakanwil menyampaikan, Penguatan Moderasi Beragama merupakan salah satu dari tujuh program prioritas Gus Menteri, maka menjadi kewajiban bagi seluruh ASN Kemenag disemua tingkatan untuk dibumikan dan sukseskan.
Kakanwil mengatakan, Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap dan perilaku dalam memaknai keberagamaan secara moderat. Termasuk, kemampuan untuk menerima perbedaan tradisi dan budaya.
“Jangan kita pertanyakan dan persoalkan perbedaan itu, karena merupakan suatu khasanah kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia yang hidup dalam keberagaman. Itulah salah satu roh dari program penguatan moderasi beragama. Cara pandang dalam memaknai keberagaman,” ujarnya.
Kakanwil menambahkan, ASN adalah garda terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan terwujudnya tatanan sosial yang harmonis dan damai dalam masyarakat.
“Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” imbuhnya.
Untuk itu, menjelang kontestasi politik, Kakanwil mengajak seluruh jajaran ASN Kemenag Kabupaten Buton Selatan untuk menciptakan kondisi stabilitas yang nyaman dan sejuk dilingkungan masing-masing.
“Jangan ada ASN Kementerian Agama yang terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan yang bisa mengadu domba antara satu dengan yang lain. Namun harus mampu menciptakan suasana sejuk dan kondusif di lingkungan masing-masing,” sambungnya.
Dikesempatan tersebut, Kakanwil juga kembali mengingatkan dengan tegas kepada jajaran ASN Kemenag Sultra agar menjaga netralitas sebagai ASN Kemenag, serta bijak dalam bermedia sosial.
“Pesta demokrasi tidak mungkin kita abaikan atau tidak kita sukseskan. Sebagai ASN Kementerian Agama, mari kita lawan berita hoax, adu domba dan bijak menggunakan media sosial. Jangan kita kotori media sosial kita dengan berita-berita propaganda,” pungkasnya. (**)
Comment