KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Seorang mahasiswa Politeknik VDNI di meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik.
Berdasarkan informasi terkait kabar meninggal dunia salah satu mahasiswa Politeknik VDNI di salah satu Indekos, Desa Puuruy, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe pada Rabu 10 Januari 2023.
Terkait peristiwa tersebut Kapolsek Bondoalo melalui Kanit Reskrim AKP Agus Darmanto membenarkan peristiwa tersebut.
“Almarhum adalah salah seorang Mahasiswa Politeknik VDNI jurusan Listrik Semester 1 (satu),” ujarnya melalui keterangan resminya yang diterima media ini.
Ia juga mengungkapkan bahwa korban atas nama Muhammad Fadil (19) merupakan warga Kelurahan Wawonggole Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe.
“Berdasarkan keterangan Ricard salah satu pengelola rumah kos melihat Kamar kost A13 penghuninya tidak keluar namun saksi Ricar menganggap bahwa mungkin almarhum masih dalam keadaan sedang Istirahat, Berjalan waktu pihaknya memperhatikan lampu tidak mati sejak malam hari, Namun pada sekitar Pukul 18.30 WITA, Saksi Ricard, Steven, dan Penghuni Kost Indra mengambil kesimpulan membuka pintu menggunakan kunci cadangan,” jelasnya.
Lanjutnya pada saat pintu dibuka ketiga orang saksi kaget melihat kondisi almarhum sudah dalam posis tengkurap dan tidak bernyawa, sementara tangan kiri menyentuh saklar colokan listrik dan posisi Hand Phone (HP) atau telepon seluler sedang tersambung dengan pengisi daya.
Sambungnya kemudian saksi melaporkan peristiwa tersebut ke pihaknya.
“Disisi lain berdasarkan rekaman CCTVdilihat sejak hari Rabu Pagi lampu Kamar A13 terus menyala dan penghuni kamar tidak keluar dari kamar sampai Pukul 18.30 wita dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” ungkapnya.
Sambungnya saat korban ditemukan sudah dalam keadaan kaku dan menghitam.
“Kondisi badan sudah kaku dan menghitam, berdasarkan Pengamatan saksi Anton uang juga masih keluarga dan bekerja di PLN menyampaikan bisa jadi kondisi almarhum terkontak listrik,” bebernya.
Kemudian pihaknya menghubungi pihak Kepala Desa dan mendatangkan mobil ambulance.
“Sebelum jenazah dibawa oleh pihak keluarga kampung halaman di Wawotobi, Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan Visum maupun Otopsi yang diserahkan kepada kami,” pungkasnya.(**)
Comment