KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dua siswa MAN 1 Kendari bakal wakili Sultra pada Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) pada 24-25 November 2023 di Jakarta.
Tim siswa MAN 1 Kendari tersebut menjadi satu-satunya sekolah yang akan mewakili Sultra pada babak final ajang KREASI tingkat nasional, yang akan berlangsung di Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Jakarta.
Adapun tim asal MAN 1 Kendari yang mewakili Sultra yaitu Safhira Adisty (X-9) dan Wa Ode Annisa Aulia Rahma (X-6). Keduanya memilih bidang Kimia sebagai riset dan karya tulisnya dengan judul penelitian Produksi Gula Nanokristal Rendah Kalori dari Kulit Umbi Kayu (Manihot Utilissima).
Ajang KREASI 2023 yang diadakan oleh Abak Academy yang bekerja sama dengan Artificial Intelligence Center Indonesia dan Insan Madani Center itu diikuti oleh siswa perwakilan hampir semua provinsi di Indonesia, baik tingkat SMP/MTs sederajat maupun tingkat SMA/MA negeri dan swasta.
Kali ini, peserta KREASI 2023 tingkat SMA/MA yang dinyatakan sebagai finalis tingkat nasional merupakan siswa-siswa terbaik dari setiap sekolah/madrasahnya masing-masing, yakni sebanyak 25 tim dari provinsi yang berbeda.
KREASI 2023 diadakan untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa agar dapat berkompetisi secara sehat.
Selain itu, KREASI juga diadakan untuk menumbuhkembangkan minat siswa dalam melakukan riset dan inovasi, baik di bidang sains, teknologi, maupun lingkungan, serta untuk membangun budaya riset di kalangan pelajar Indonesia.
Oleh karena itu, Abac Academy mengundang MAN 1 Kendari untuk mengikutkan siswanya pada lomba riset dimaksud dengan pertimbangan track racord yang sudah dimiliki MAN 1 Kendari di bidang riset.
Guru MAN 1 Kendari sekaligus Pembina Lomba, Fatahu merasa bangga dan bersyukur siswa binaannya yang masih duduk di bangku kelas X itu sudah dapat berkompetisi hingga menuju tingkat nasional.
“Mereka masih punya kesempatan yang panjang. Namun, bukan berarti mereka bersantai-santai. Mereka harus tetap belajar dan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik. Jangan pernah merasa puas dan lelah untuk terus berpresasi. Apapun hasilnya, kita serahkan pada Allah,” ungkapnya.
Fatahu menambahkan bahwa tujuan siswa mengikuti lomba tersebut adalah sebagai wujud nyata implementasi pembelajaran Kimia di MAN 1 Kendari.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kendari, La Tangkalalo mengatakan MAN 1 Kendari sebagai madrasah riset yang telah ditunjuk oleh Kementerian Agama RI, terus mendorong guru maupun siswa untuk melakukan inovasi dan riset mutakhir sesuai bidangnya masing-masing.
Kata dia, siswa diberikan kewenangan penuh untuk belajar sesuai dengan minat dan bakatnya. Dari pembelajaran yang terfokus itulah sehingga hasil belajar dapat dicapai, salah satunya melalui hasil-hasil penelitian.
La Tangkalalo juga menegaskan bahwa saat ini pembelajaran memang harus bermakna dan berpusat pada peserta didik. Siswa diharapkan lebih aktif dalam memecahkan masalah, menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan merumuskan hipotesis, baik secara individu maupun kelompok.
“Guru bertindak sebagai fasilitator, pembimbing, dan pemimpin. Dengan demikian, hal itu akan memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan kerangka perseptualnya, sehingga pembelajaran lebih efektif dan kooperatif,” bebernya.
Sementara itu, Safhira Adisty, salah satu peserta finalis KREASI 2023 itu juga merasa bersyukur bisa bersekolah di MAN 1 Kendari. Menurutnya, di MAN 1 Kendari, di bawah bimbingan guru, mereka bisa mengembangkan minat dan bakatnya.
“Semoga kedepannya siswa-siswa MAN 1 Kendari bisa selalu memberikan yang terbaik untuk almamater,” pungkasnya. (**)
Comment