Hati-Hati Gejala Depresi pada Anak dan Remaja! Begini Cara Mengatasinya

EDISIINDONESIA.id – Kesehatan mental adalah komponen penting dari kesejahteraan secara keseluruhan. Orang tua sangat penting untuk menjaga kesehatan mental buah hatinya.

Mengasuh dan merawat anak dengan kasih sayang sama dengan membangun fondasi yang kuat bagi anak untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang dibutuhkannya untuk hidup dengan bahagia, sehat, dan sejahtera.

Anak-anak pasti pernah mengalami perasaan sedih atau murung, yang sangat wajar selama proses pertumbuhan.

Akan tetapi, emosi ini dapat menjadi masalah jika dirasakan secara menyeluruh dan berkepanjangan, terlebih jika berdampak pada kehidupan anak, mulai dari lingkungan pergaulannya, keluarga, hingga sekolah.

Orang yang mengalami depresi biasanya sulit untuk menjadi optimis. Berita baiknya adalah bahwa depresi dapat diobati, dan orang tua dapat melakukan beberapa hal untuk membuat anak mereka merasa lebih nyaman.

Banyak orang mengalami depresi, salah satu gangguan kesehatan mental yang sering muncul bersama kecemasan.

Depresi bisa ringan dan berlangsung singkat, atau bisa berat dan berlangsung lama.

Ada individu yang mengalami depresi sekali saja dalam hidup mereka, sementara ada individu lain yang mengalaminya berkali-kali.

Seseorang yang mengalami depresi mungkin melakukan tindakan bunuh diri, tapi bila mendapatkan dukungan yang tepat kita dapat mencegah hal ini terjadi.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak-anak muda yang termotivasi untuk melakukan hal ini.

Depresi bisa muncul sebagai tanggapan terhadap sesuatu, seperti kekerasan di sekolah, penganiayaan, atau kematian orang terdekat.

Selain itu, masalah keluarga seperti kekerasan di dalam rumah tangga atau perpisahan orang tua juga dapat menyebabkan depresi.

Seseorang dapat mengalami depresi setelah mengalami stres dalam jangka waktu yang lama.

Depresi juga dapat diturunkan dari keluarga ke orang lain. Selain itu, ada kalanya kita tidak tahu mengapa seseorang menjadi depresi.

Depresi pada anak dan remaja

Depresi dapat timbul dalam bentuk ketidakbahagiaan atau kondisi mudah tersinggung yang berlangsung lama.

Ini cukup umum di antara anak-anak praremaja dan remaja, dan seringkali tidak diketahui oleh orang tua.

Bagi sebagian anak, perasaan ini digambarkan sebagai tidak bahagia atau sedih ada juga yang mengatakan mereka ingin melukai diri mereka sendiri, bahkan mengakhiri hidup mereka.

Anak-anak dan remaja yang depresi lebih rentan menyakiti diri sendiri, jadi ujaran-ujaran seperti ini harus ditanggapi dengan serius. Anak-anak yang terlihat sedih belum tentu depresi.

Namun, jika kesedihan itu berlanjut, mengganggu aktivitas sosial, menyebabkan anak kehilangan minat, menghambat prestasi di sekolah, atau mengganggu hubungan keluarga, mungkin anak perlu mendapatkan bantuan dari profesional kesehatan mental.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda khawatir tentang anak anda, hanya profesional medis yang dapat mendiagnosis depresi.

Depresi dapat terasa berbeda-beda pada anak-anak. Ini adalah gejala dan tanda yang paling umum.

  1. Gelisah atau sulit berkonsentrasi
  2. Kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari
  3. Perubahan selera makan atau pola tidur
  4. Nyeri atau sakit yang muncul tanpa sebab.

Gejala emosional dan mental

  1. Termasuk rasa sedih, cemas, atau mudah marah yang tidak berhenti
  2. Kehilangan minat untuk bergaul dan melakukan kegiatan yang biasanya disukai Begini Cara Menurunkan 15 Kg tanpa Olahraga dan Diet
  3. Menarik diri dari orang lain dan merasa kesepian
  4. Merasa tidak berharga, tidak punya harapan, atau merasa bersalah
  5. Mengambil tindakan berisiko yang tidak biasanya dilakukan
  6. Merasa sakit hati atau berpikir untuk mati.

Sangat penting bagi orang tua untuk meminta bantuan psikolog atau psikiater karena depresi hanya dapat didiagnosis oleh profesional yang berpengalaman.

Jika ahli menilai bahwa anak memerlukan perawatan, pilihan perawatan dapat mencakup terapi konsultasi dan pengobatan, atau bimbingan agar anak belajar mengelola pikiran dan perasaannya.

Jika Anda merasa khawatir, segera hubungi tenaga kesehatan jika anak ingin atau sudah menyakiti dirinya.

Jika anak Anda mengalami depresi, Anda harus segera meminta bantuan profesional. (edisi/pojoksatu)

Comment