KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengecek langsung harga pangan di Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Lapangan Benu-benua, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Jumat (6/10/2023).
Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menekan inflasi, serta memberikan harga yang murah bagi masyarakat atau konsumen di tengah situasi saat ini.
“Jadi ada pemangkasan dari biaya untuk ongkos nya, itu langsung dipotong dari supplier, itu yang kita subsidi sehingga harganya relatif lebih murah,” katanya usai mengunjungi stan-stan dalam GPM tersebut.
“Semoga ini dapat membantu saudara-saudara kita sekaligus juga salah satu upaya pemerintah untuk menekan inflasi,” tambahnya.
Andap menyampaikan, harga bahan pokok di Sultra saat ini memang relatif meningkat dan GPM tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Ari Sismanto mengatakan bahwa GPN tersebut akan dilakukan berkelanjutan dan menyebar di seluruh 17 Kabupaten Kota se Sultra.
Ia menyampaikan bahwa GPM dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi di kota Kendari tersebut akan berlangsung hingga 8 Oktober 2023.
“Harapannya kalau ini terus kita lakukan, insyaAllah harga yang ada di pasar akan stabil, kembali normal, masyarakat bisa membeli dengan harga yang wajar dan terjangkau tentunya,” ungkapnya.
Adapaun beberapa bahan pangan yang dijual di bawah harga pasar dalam giat tersebut diantaranya yaitu, beras SPHP 5 kg dengan harga Rp53 ribu.
Kemudian, beras premium 5 kg Rp65 ribu, beras premium 10 kg Rp128 ribu, gula pasir Rp14 ribu, minyak kita 1 liter Rp14 ribu.
Lalu, telur ayam Rp53 ribu per rak, bawang merah 1 kg Rp20 ribu dan bawang putih 1 kg Rp35 ribu.
Comment