EDISIINDONESIA.id – Bakal calon presiden Ganjar Pranowo dinilai melakukan blunder karena terkesan merendahkan profesi jurnalis saat menjadi pembicara di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Dalam momen yang ditayangkan oleh akun Youtube Najwa Shihab, awalnya Ganjar menyinggung mengenai profesi yang seharusnya dilakukan oleh para lulusan terbaik dari Universitas.
Ganjar menyarankan bahwa lulusan terbaik di kampus sebaiknya bekerja sebagai dosen dan tidak menjadi seorang master of ceremony atau biasa disebut MC.
“Sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa jadi MC?” celetuk Ganjar dalam pernyataannya yang dikutip fajar.co.id, Rabu (20/9/2023).
Mendengar hal tersebut kemudian membuat Najwa Shihab langsung bereaksi dan mempertanyakan maksud pernyataan Ganjar.
“Siapa mas MC? Saya Jurnalis, bukan MC!” kata Najwa.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun kemudian segera menyebut profesi jurnalis usai dicecar oleh Najwa.
“Bukan..bukan.. jurnalis lah kalau begitu..” kilahnya.
Mendengar hal itu, Najwa kemudian makin mencecar Ganjar dan menegaskan bahwa jurnalis adalah profesi yang membanggakan baginya.
“Jurnalis profesi membanggakan, lho mas..” tandas Najwa.
Ganjar pun kemudian masih bersikeras bahwa para lulusan terbaik itu tidak menjadi jurnalis dan sebaiknya hanya kembali ke Universitas untuk menjadi dosen.
“Maksud saya kalau mba lulusan 10 terbaik sebuah harapan kalau dia kembali ke kampus dan mengajarkan ilmunya,” dalihnya.
Meski begitu di media sosial, banyak yang menganggap pernyataan mantan Gubernur Jawa Tengah ini meremehkan pekerjaan jurnalis dan juga MC. Tidak sedikit yang menyayangkan komentar Ganjar, yang merupakan salah satu Calon Presiden di Pemilihan Umum mendatang.
“Kelihatannya Pak Ganjar musti daftar ulang 2029.. kali ini bukan masa nya beliau..,” tulis akun @BangEdiii.
“Makanya Jateng punya UMR terendah di Indonesia, ternyata mantan gubernurnya suka ngeremehin kerjaan orang,” balas akun @cryptonafiza.
“Apapun profesinya tidak pantas diremehkan. Keliatan Najwa Shihab tidak terima,” cuit @Speachace.
“Cara ngomongnya songong,” timpal @Unmagnetism.
“Gue marah banget kalo dia nganggap remeh jurnalis sumpah mba nana untung aja bisa santai profesional kalo ga udah dikulitin di sana langsung kek ngerendahin banget anjay,” cuit @Kyungsui.
“Pesan yang bisa diambil: jangan rendahin orang, jangan rendahin pekerjaan orang. Mau 10 besar lulusan terbaik atau bukan, tiap orang punya pilihan hidup, dan berhak memilih,” timpal @Blessthing. (Edisi/Fajar)
Comment