Jelang Pendaftaran CPNS dan PPPK 2023, Menteri Anas Singgung Soal Honorer

EDISIINDONESIA.id – Menjelang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) RI, Abdullah Azwar Anas menyinggung lagi soal rekrutmen honorer.

Berbicara di acara bertema Transformasi Riset dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2024 pada Selasa (5/9), Mas Anas mengungkapkan bahwa upaya menciptakan birokrasi berkualitas antara lain terganggu oleh proses rekrutmen honorer yang dilakukan secara sembarangan.

Belum lagi seleksi CPNS beberapa tahun lalu yang dilakukan secara tidak transparan, yang formasinya dibuka sesuka-suka kepala daerah, dan yang direkrut kerabat atau saudara-saudaranya.

“Rekrutmen ASN tidak berkualitas, (rekrutmen) honorer sembarangan, honorer karena tim sukses, relawan, dimasukkan honorer. Ini sebagian tapi ya enggak semua, akhirnya birokrasi kita tidak profesional,” kata Menteri Azwar Anas saat memberikan arahan di acara Town Hall Meeting BRIN, Jakarta, yang ditayangkan di YouTube.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Anas mengakui pemerintah belum menemukan cara yang tepat dan efektif untuk mencegah para kepala daerah melakukan rekrutmen honorer secara sembarangan.

Meski sebenarnya juga sudah ada larangan, tetapi tetap saja kepala daerah melakukan rekrutmen tenaga honorer.

“Bupati, gubernur, enggak bisa juga ditutup mati tidak boleh angkat honorer, saya bilang semakin dikasih pagar tinggi-tinggi gubernur-bupati pasti akan melompat,” kata mantan bupati Banyuwangi dua periode itu.

Dia juga mengatakan, mestinya sisa honorer tinggal sekitar 200 ribu. Namun, begitu dilakukan pendataan dalam rangka penataan, jumlah honorer menjadi 2,3 juta.

“Ada 446 ribu, mestinya tinggal 200 ribu, tetapi malah menjadi 2,3 juta. Ini problem,” cetusnya.

Nah, lanjut Anas, daripada melarang kepala daerah merekrut honorer, maka lebih baik dibuka saja seleksi ASN dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan untuk mendapatkan pegawai yang berkualitas.

“Mending dibuka rekrutmen untuk mengganti mereka honorer yang meninggal, pensiun, berhenti, tetapi dengan aturan tertentu dan dikontrol BKN, Kanreg-kanreg (Kantor Regional BKN, red), termasuk juga K/L harus dapat persetujuan dan sistemnya juga harus dengan tes dan sebagainya,” kata Menteri Anas.

Dia mengatakan, dengan seleksi ASN berbasis kompetensi, maka akan didapatkan birokrasi yang profesional, yang bisa memberikan layanan berkualitas.

“Sehingga tekanan-tekanan untuk menerima non-ASN bisa berkurang,” ujar Menteri Azwar Anas.

Diketahui, jadwal pendaftaran seleksi CPNS 2023 dan PPPK 2023 akan mulai dibuka pada 17 September.

Para tenaga honorer berpeluang berubah status menjadi ASN PPPK. Namun, prosesnya tetap melalui seleksi. Tidak serta merta diangkat menjadi PPPK. (edisi/jpnn)

Comment