KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dua Penjabat (Pj) Bupati di dua daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak kunjung dilantik.
Kedua Pj Bupati tersebut adalah, Asisten II Provinsi Sultra Sukanto Toding sebagai Pj Bupati Kolut, yang sebelumnya dijabat oleh Parinringi dan Sekretaris DPRD (Sekwan) Sultra, La Ode Mustari sebagai Pj Bupati Buton, yang sebelumnya dijabat oleh Basiran.
Akhir masa jabatan penjabat di dua kabupaten telah berakhir sejak 24 Agustus 2023 lalu dan sebelumnya pelantikan Pj Bupati Buton dan Kolut ini dijadwalkan berlangsung Jumat (1/9/2023) sore ini. Namun, belum juga terlaksana.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Abdurrahman Saleh mengatakan seyogyanya pelantikan tersebut dilakukan secepatnya saat masa jabatan Pj bupati di dua daerah itu berakhir.
“Seyogyanya, begitu habis waktu (masa jabatan Pj sebelumnya) ya sudah bisa dilantik,” katanya saat ditemui usai mengikuti giat di salah satu hotel Kota Kendari.
“Tapi mungkin ada sesuatu yang membuat pelantikan belum terlaksana. Tapi kita berpikiran positif saja pada waktunya nanti akan dilantik,” tambahnya.
Namun ia berharap, agar pelantikan tersebut harus sesegera mungkin dilaksanakan, karena roda pemerintahan harus tetap berjalan.
“Kapan waktunya? Yah sesegera mungkin harus ditunaikan, sehingga roda organisasi pemerintahan dan tata kelola di kabupaten masing-masing yang menjadi Pj bisa terlaksana dengan baik begitu harapan masyarakat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Asrun Lio mengatakan bahwa hingga saat ini jadwal pelantikan tersebut belum ada.
“Sudah ada SK, tinggal menunggu pelantikan, belum ada kepastian,” kata Asrun Lio saat ditemui di Kantor Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Jumat (1/9/2023) siang.
“Ya pak gubernur yang mau melantik, andaikan itu bisa diserahkan ke Sekda, Sekda yang akan melantik,” tambah mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra ini
Belum adanya jadwal pelantikan tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sultra Muliadi.
Ia menegaskan selama belum ada undangan pelantikan yang diterbitkan pihaknya dan belum beredar, maka dipastikan pelantikan belum terjadwal.
“Itu resminya kalau sudah ada undangan, sekarang ada tidak undangan beredar? Belum ada undangan, jadi tandai, ini kan acara resmi kenegaraan, itu ada undangan, kalau beredar baru pasti terlaksana, kalau belum ada berarti belum pelantikan, belum terjadwal,” jelasnya.
Muliadi juga tidak bisa memastikan kapan tanggal pasti pelantikan kedua kepala daerah tersebut. Mengingat penentuan jadwal pelantikan merupakan kewenangan gubernur dalam hal ini Ali Mazi.
“Apakah beliau melantik sebelum akhir masa jabatan atau bagaimana, itu saya tidak paham. Itu semua pimpinan yang tahu, tidak bisa kita pastikan karena bukan saya gubernur. Yang tentukan itu pimpinan, bukan kita, kita dari biro hanya menunggu arahan dan petunjuk, ketika sudah diarahkan buat undangan ya kita buat,” ungkapnya.
Belum terjadwalnya pelantikan juga kemungkinan disebabkan padatnya jadwal agenda Gubernur Sultra.
“Kemarin kan beliau menghadiri acara dengan Presiden, saya tidak tahu apakah beliau sudah sampai di Jakarta atau belum, tapi yang jelas kemarin beliau ada di Jakarta, saya tidak tahu kalau hari ini sudah tiba atau belum,” pungkasnya. (**)
Comment