Tekan Stunting, Pemprov Sultra Siapkan Sarana Prasarana Air Bersih dan Sanitasi

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebagai upaya penurunan angka stunting, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bertugas untuk menyediakan sarana prasarana air bersih dan sanitasi.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak mengatakan dukungan ini diberikan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Karena itu menjadi bagian dari pola hidup sehat yang akan terus dikembangkan, agar masyarakat bisa menikmati kebutuhan pokok tentang air minum dan lingkungan yang bersih. Itu tugas pokok kami,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra ini mengatakan bahwa, untuk wilayah yang harus disiapkan air bersih, air minum dan sanitasi hampir di seluruh wilayah Sultra.

Menurutnya, program tersebut telah berjalan namun ia mengakui bahwa, hingga saat ini masih banyak daerah yang belum terdapat sumber air atau sanitasi. Sehingga pihaknya setiap tahun masih membangun di daerah-daerah rawan air.

Diantaranya itu, di Kecamatan Batu Atas Kabupaten Buton Selatan (Busel), kemudian di Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi dan juga daerah-daerah kering lainnya di Kabupaten Muna.

“Kitakan pasmi mencari daerah-daerah yang kesulitan air minum atau susah mengakses. Sekarang kita banyak melakukan untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh PDAM kita membangunkan sumur bor untuk kelompok masyarakat,” jelasnya.

Lanjut ia menyampaikan bahwa, untuk anggaran yang dibutuhkan per lokasi sekiranya Rp. 100 juta – Rp. 200 juta. Dimana, untuk tahun 2023 ini pihaknya menargetkan sekitar 20 sampai 25 lokasi yang akan dibangun sarana air bersih dan sanitasi.

“Untuk lokasinya ada di Kota Kendari, Konsel, Muna, Batu Atas di Busel dan di Wakatobi. Untuk yang terbanyak itu ada di Kota Kendari,” sebutnya. (**)

Comment