KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Hermawan Taufik Lambotoe, yang kini menjabat Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Sulawesi Tenggara, dulunya adalah marbot masjid.
Tamat dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Angata, ia tak langsung melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Maklum, latar belakang keluarganya bukanlah orang yang berkecukupan.
Setelah nganggur setahun, 2008 ia ikut tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Halu Oleo, hasilnya ia dinyatakan lulus pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Jurusan Fisika.
Setelah dinyatakan lulus, Hermawan Lambotoe atau yang kerap dipanggil HL itu, langsung melakukan pendaftaran ulang dan bersiap untuk masuk kuliah.
Sebagai anak kampung dan latar belakang keluarga yang pas-pasan, HL tidak ingin memberatkan orang tuanya dengan menyewa kos-kosan. HL memilih untuk tinggal di masjid Al-Hayyah tepatnya di depan kampus UHO lorong pelangi.
“Hitung-hitung meringankan beban orang tua,”ungkapnya.
Sehari-hari, tugas utamanya adalah membersihkan masjid, Azan ketika waktu salat tiba. Dan juga selalu bersiap diri ketika imam lagi keluar maka jadi pengganti imam serta jadi khatib Jumat jika sang khatib berhalangan hadir.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dari Masjid Al-Hayyah saya di didik untuk menjadi khatib dan imam,”tuturnya.
Sebelum tinggal di Masjid Al-Hayyah, HL sendiri dua bulan tinggal pada kerabat dekat di Lorong Jitu Wua-Wua. Di Wua-Wua, HL juga sangat aktif di masjid. Belum lama aktif, HL langsung dipilih oleh pengurus masjid untuk menjadi Ketua Remaja Masjid Babul Jihad. Tentu itu mengagetkan dirinya, kenapa sampai didaulat untuk menjadi ketua remaja masjid.
“Saya juga tidak tahu, kok tiba-tiba dipilih untuk menahkodai Remas Babul Jihad,”ucapnya.
Di kampus, HL juga aktif diberbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Mahasiswa Pecinta Mushala (MPM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). HL kerap disematkan sebagai aktivis organisasi islam, akan tetapi hal itu tak membuat ia berjarak dengan aktivis lembaga lainnya. Ia bahkan pernah dipercaya menjabat Ketua III BEM FMIPA dan juga Dewan Perwakilan Mahasiswa.
Di kampus, HL kerap kali turun aksi menyuarakan berbagai keresahan masyarakat. Di luar ia menjelma menjadi orator. Bahkan sesama aktivisnya menjuluki Anis Mattanya Sulawesi Tenggara.
“Teman-teman saya sering bilang saya ini Anis Matta nya Sultra,”kenang HL.
Di saat yang bersamaan, HL juga mulai menunjukan ketertarikan dalam dunia politik. Di kampus, poster-poster HL kerap kali terpampang diberbagai mading kampus sebagai bakal calon Presiden Mahasiswa.
Tahun 2006 sejak masih dibangku SMA, HL mulai mengenal partai politik dan aktif jika ada kegiatan parpol.
Kini, HL kembali memantapkan langkahnya maju bertarung di Pemilu Legislatif tahun 2024 mendatang. HL maju bertarung di Dapil Konsel-Bombana.
Maju bertarung, ungkapnya, berangkat dari keresahan dan kegelisahan hatinya melihat berbagai ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Karena itu, paparnya, DPRD harus memnjadi yang terdepan dalam memnyuarakan berbagai kepentingan masyarakat.
“Pasca mahasiswa masih terus turun demo untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Nah tahun 2024, kita ubah perjuangan kita, dari parlemen jalanan menuju gedung DPRD Sultra,”tandasnya.(**)
Comment