KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Anak jalanan (Anjal), gelandang dan pengemis (Gepeng) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kenakan pakaian badut saat melakukan aksi minta-minta kepada pengguna jalan di lampu merah.
Berdasarkan pantauan edisiindonesia.id, pada Rabu (28/6/2023) Anjal dan gepeng tersebut juga membawa speaker kecil yang digantung menggunakan tali kemudian disimpan dileher, lalu memutar lagu-lagu yang tidak asing ditelinga masyarakat.
Dengan pakaian badut yang dikenakan serta suara musik yang lumayan keras, cukup menarik perhatian pengguna jalan yang tengah berhenti di lampu merah khususnya anak-anak yang nampak senang ketika melihat karakter badut yang dikenakan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Abdul Rauf mengatakan bahwa berbagai macam motif dilakukan oleh Anjal ataupun Gepeng, salah satunya dengan mengenakan pakaian badut.
“Mereka itu sekarang kan pakai badut lagi, itukan ada bajunya dengan macam-macam karakter itu,” katanya.
Kata dia, saat ini pihaknya secara terpadu terus berupaya untuk melakukan edukasi, memberi bimbingan kepada Anjal dan Gepeng yang ada di Kota Kendari. Namun untuk penertiban hal tersebut merupakan kewenangan Satpol-PP.
“Anjal ini menjadi bagian tugas dari Dinsos Kendari terkait penanganan anak jalanan sesuai dengan peraturan Wali Kota nomor 9 tahun 2014, tapi bukan hanya kami, ada juga Dinas pemberdayaan perempuan dan anak,” ungkapnya.
Lanjut ia menyampaikan, berdasarkan edukasi yang dilakukan pihaknya melihat sudah mulai ada dampak positif yang dihasilkan.
“Anak punk itu sudah mulai berkurang saat ini walaupun juga masih ada. Tetapi hasil penelusuran kita ke bawah itu kebanyakan bukan warga Kota Kendari, itu warga luar kota kendari,” bebernya.
‘Kita sudah sering mengambil mereka untuk melakukan bimbingan, kita beri makan hanya repotnya setelah itu lagi hanya beberapa hari terkadang mereka kembali turun karena faktor tuntutan hidup,” tutupnya. (**)
Comment