Punya Kelakuan Aneh, Bapak Kos Terpuaskan setelah Ciumi CD Anak Kosnya

EDISIINDONESIA.id-Donwori, 55, ini menyandang gelar nyeleneh. BTN alias Bocah Tua Nakal yang suka nyolong celana dalam perempuan milik anak kosnya.

Profesi Donwoori ini nyel sebagai bapak kos. Jumlah kos-kosannya lumayan banyak. Sekitar 20 kamar. Nah, si Donwori ini ternyata punya kelakuan aneh. Keanehan itu dibeberkan sendiri oleh Karin,42, istrinya.

Yang saking kesalnya melihat kelakuan suami yang tak kunjung tobat, Karin akhirnya menyerahkan pernikahan yang sudah berjalan puluhan tahun ke pengadilan. “Tambah kakean polah ae, gak iling umur,” umpat Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 Surabaya kemarin siang.

Karin menjelaskan, ia kadung malu menjadi istri Donwori. Menurutnya, Donwori beberapa bulan terakhir menunjukan tingkah laku yang makin aneh. Setelah sempat beberapa kali ketahuan mengintip anak kosnya mandi, belakangan Donwori juga gemar mengambili celana dalam (celdam) bekas pakai anak kosnya.

Donwori memang membuka kos-kosan khusus perempuan di rumahnya. Yang dibangun Donwori di samping rumah.

Namun, kos Donwori ini minimalis. Kamar mandinya pun hanya ada empat untuk 20 kamar kos. Salah satu dari kamar mandi itu kebetulan dempet dengan kamar mandi rumah utama. Yang biasa dipakai Donwori maupun Karin mandi.

Keberadaan kamar mandi yang dempet inilah yang Donwori manfaatkan untuk mengintip. Donwori membuat lubang kecil di antara temboknya demi dapat melihat aktivitas mandi anak kosnya. Sungguh kreatif dan mesum. “Wes tak ilikne, Mbak, ya bolak-balik. Tapi pancet ae, angel kandanane,” lanjut Karin kesal.

Karin mengaku tak kurang-kurang memarahi Donwori. Ia bahkan mewanti-wanti, jangan sampai perbuatannya ini membuat masalah nantinya. Apalagi di zaman dimana orang disenggol dikit saja sudah marah. Dihina sedikit sudah menuntut.

Karin sadar itu. Ia takut kosannya viral karena hal buruk. Namun balik lagi, nasihat Karin hanya lewat saja. Lewat kuping kanan keluar kuping kiri. Alias tak digubris.

Perihal curi mencuri celana dalam, hal ini masih baru bagi Karin. Ketahuannya juga masih belakangan saja. Suatu ketika ia memergoki Donwori menciumi (maaf) celana dalam, di dalam kamar yang dibiarkan gelap. Curiga melihat bentukan celana dalam itu yang ia yakin bukan miliknya, Karin akhirnya menanyai suaminya itu.

Pada saat menangkap basah itu, Karin tak langsung minta cerai. Karena pada saat itu Donwori sempat meminta maaf dan berjanji untuk bertaubat. Namun agaknya, taubatnya Donwori hanya taubat abal-abal.

Beberapa hari setelah bertengkar hebat gara-gara celana dalam, Donwori kumat lagi. Masalahnya, kali ini anak kosnya sendiri yang lapor ke Karin. “Sampek diwaduli lak yo isin aku. Yoopo lek disebar-sebarno nak kancane, iso gak payu iki kos-kosan,” tambah Karin kesal.

Terlanjur malu dan kecewa dengan suaminya, Karin angkat tangan. Ia pun pilih meninggalkan Donwori. Tinggal dengan anak-anaknya yang sudah pada mapan. “Cek lek isin ben di pek dewe, aku wes emoh melu-melu, ketut elekke engkuk,” pungkasnya. (edisi/radarsby)

Comment