Wabup Rokan Hilir Sulaiman Mengaku, Masuk ke Kamar Kabid Dispeda Cuma Antar Obat

EDISIINDONESIA.id- Wabup Rokan Hilir Sulaiman yang digerebek sekamar dengan Kabid Dispenda Dona Ratna Sari (DRS) jadi sorotan publik.

Sang Wabup dan Kabid Dispenda kedapatan berada dalam 1 kamar saat Polda Riau melakukan penggerebekan di sebuah hotel di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Keduanya digerebek polisi pada Kamis (25/5/2023) sekitar pukul 23.00 WIB.

Meski begitu, Wabup Rokan Hilir Sulaiman membantah dirinya dan Dona Ratna Sari melakukan hal tak senonoh meski kepergok berada dalam 1 kamar.

Kepada polisi, Sulaiman mengaku dirinya masuk ke kamar Kabid Dispenda hanya sekedar untuk mengantarkan obat karena Dona Ratna Sari tengah sakit.

“Mengantarkan obat kepada DRS, perempuan yang sedang sakit saat itu,” kata Dirreskrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan, Sabtu (7/5/2023).

Sampai saat ini, polisi belum menjerat Sulaiman dan Dona dengan pasal apapun.

Bahkan keduanya langsung dipulangkan polisi setelah menjalani sekitar 12 jam pemeriksaan di Polda Riau.

Polisi baru bisa memproses kasus tersebut jika memang adalah laporan polisi.

Laporan polisi itu bisa datang dari istri Sulaiman, Sari Eka Rahmi atau suami Dona Ratna Sari.

“Baru bisa jika dari suami DRS dan laporan istri Wabup Rohil,” katanya.

Istri tak mau lapor

Sementara, istri Wabup Rokan Hilir Sulaiman, Sari Eka Rahmi, tak mempermasalahkan suaminya ngamar dengan wanita lain.

“Istri Pak Wabup (Sulaiman) tak mau buat laporan. Nolak,” ungkap Kombes Asep Darmawan.

Saat ini, penyidik juga telah menjalin komunikasi dengan suami Kabid Pengendalian dan Penerimaan Dispenda Rokan Hilir, Dona Ratna Sari.

Suami Kabid Dispenda itu disebut seorang dokter yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di Medan.

“Sama suaminya (DRS) sedang dilakukan. Intinya proses masih kami lakukan terus,” kata Asep.

Reaksi Nasdem Riau

Sementara, DPW Partai NasDem Provinsi Riau menyatakan akan memanggil Sulaiman yang digerebek bareng wanita lain Dona Ratna Sari.

Wakil Ketua DPW Nasdem Riau Dedy Lubis mengakui bahwa Sulaiman adalah salah satu pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Rokan Hilir.

“Kita sudah komunikasi, rencana hari ini mau bertemu,” kata Dedy, Sabtu (27/5/2023).

Dedy juga menyebut pihaknya belum bisa memastikan soal nasib Sulaiman setelah kasus itu mencuat.

“Kita menunggu (proses di Polda Riau). Kita tidak bisa berandai-andai soal itu,” jelasnya.

Kendati demikian, dia menuturkan pihaknya masih berpikir positif dan berbaik sangka atas apa yang terjadi dengan Wabup Sulaiman.

“Yang jelas kita sudah berusaha mengonfirmasi mencari informasi, dan sejauh ini yang kita terima masih positif, sifatnya masih menunggu,” katanya lagi. (edisi/Pojoksatu)

Comment