EDISIINDONESIA.id – Penolakan delegasi Israel oleh Gubernur Bali I Wayan Koster berbuntut panjang. Drawing yang gagal lantaran dibawa keranah politik luar negeri menimbulkan polemik.
Pro kontra terjadi, banyak pihak mendukung sikap politisi PDIP tersebut, namun disisi lain ada juga yang menganggap urusan tersebut politis dan tidak pantas dibawah ke ranah sepak bola.
Dikutip dari postingan ulasan Katadata di Instagram, netizen pada komentar, termasuk @mumunmaimum66 yang mempertanyakan kepentingan I Wayan Koster melakukan aksi yang pada akhirnya berbuntut panjang.
“Gak habis pikir kalo semua ini hanya krn Pilpres 2024? Trus kepentingan Koster apa? Apakah terus ganjar otomatis naik elektabilitasnya? Posisi tawar menawar kita itu gak ada kalo kita menuntun,” tulis @mumunmaimum66.
Membalas itu akun @shal.aleya menilai terlepas dari politik, menurutnya kedatangan Israel memang bisa menimbulkan kegaduhan. Sebab akan banyak ditolak oleh Organisasi Masyarakat.
“Terlepas dr motif politik 2024. Byk ormas yg nolak kehadiran Israel. Kalo dijadiin tuh Israel datang. Khawatir pecah bentrok/rusuh. Demo ke dubes dan konsulat. Serangan ke pemain dan official Israel. DPRD malu gk bisa ngatasin. Mending nolak sekalian,” tulisnya.
Sikap MUI
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut semua ormas Islam di Indonesia tegas menolak kehadiran Timnas Israel U-20 untuk berlaga di Indonesia.
Sudarnoto menyatakan, hal itu telah disepakati dalam pertemuan antara MUI dengan ormas-ormas Islam di Indonesia baru-baru ini.
“Semua ormas Islam yang hadir menyatakan sikap menolak kehadiran timnas Israel,” kata Sudarnoto dilansir dari CNN, Sabtu (18/3).
Dia mengatakan, terdapat empat alasan kenapa MUI bersama seluruh ormas Islam Indonesia menolak kedatangan timnas Israel U20 tersebut. Pertama kata dia, ini berkaitan dengan amanah konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Isinya menjelaskan bahwa segala bentuk penjajahan di muka bumi harus dihilangkan. Bahkan, amanah konstitusi ini juga menjadi dasar utama penolakan timnas Israel tersebut oleh semua ormas Islam.
“Zionis Israel adalah penjahat dan penjajah,” ujarnya.
Alasan kedua berkaitan dengan hubungan diplomatik. Dia berpendapat, jelas sekali Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik sepanjang Palestina masih dijajah.
Alasan ketiga berkaitan dengan solidaritas. Ormas Islam dan MUI tetap memperkuat solidaritas kepada rakyat dan bangsa Palestina yang selama ini menjadi korban dari agresi, aneksasi, genosida dan politik apartheid Israel.
Untuk alasan keempat, persatuan dan kesatuan bangsa harus dirawat, diperkuat dan dilindungi dari ancaman disintegrasi yang diakibatkan oleh kontroversi dan pro-kontra yang dibiarkan seputar timnas Israel.
Timnas Israel akan tampil di Piala Dunia U-20, di mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Piala Dunia U-20 sendiri akan berlangsung pada tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2023.
Kata Pengamat
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai penolakan datangnya tim nasional (timnas) sepakbola Israel untuk berlaga di Indonesia oleh sejumlah politikus patut disayangkan.
Pasalnya, hal ini menandakan seolah warga Israel atau negara yang diwakilinya oleh timnas adalah sesuatu yang haram untuk hadir di Indonesia.
Padahal, menurutnya, yang seharusnya ditentang oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia ialah kebijakan zionis Israel yang mengambil paksa dan menduduki tanah rakyat Palestina. Mereka mempertahankan dengan kekerasan yang melanggar hak asasi manusia.
“Penolakan Timnas Israel oleh sebagian masyarakat di Indonesia, sejumlah Kepala Daerah maupun politikus patut disayangkan. Yang ditentang seharusnya adalah kebijakan pemerintah zionis Israel yang mengambil paksa dan menduduki tanah rakyat Palestina,” kata Hikmahanto.
Ia mengatakan, penentangan terhadap kebijakan pemerintah zionis Israel yang menjajah bangsa Palestina itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, yakni penjajahan harus dihapuskan.
Nantinya, bila suatu saat pemerintah Israel sudah mengakui kemerdekaan bangsa Palestina dan mengembalikan tanah mereka, Indonesia pun tidak bisa tidak mengakui negara Israel dan menjalin hubungan diplomatik.
“Ini karena Israel tidak lagi melakukan penjajahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, penolakan kedatangan timnas Israel untuk bertanding di Indonesia seolah membuat Indonesia lebih Palestina daripada Palestina.
Hal ini mengingat Dubes Palestina untuk Indonesia beberapa waktu lalu tidak keberatan bila timnas Israel bertanding di Indonesia. Duta besar ini mewakili rakyat dan pemerintah Palestina.
Sementara itu PSSI nampaknya terlihat lebih santai.
Menurut Wakil Ketua Umum PSSI yakni Ratu Tisha persoalan yang tidak ada kaitannya dengan Timnas Indonesia U-20 akan diserahkan sepenuhnya ke pemerintah. Ratu Tisha menegaskan bahwa PSSI fokus dalam persiapan teknis.
“Seperti yang disampaikan ya, dari bapak Ketum dan Waketum bahwa kami fokus pada teknis penyelenggaraan. PSSI fokus di persiapan teknis tim nasional karena surat penunjukan U-20 itu sudah kami terima di tahun 2019. Ada persiapan dokumen teknis yang harus kita persiapkan seperti lapangan, venue, media, promosi dll,” kata Ratu Tisha kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, Senin (20/3/2023).
Meski tidak bisa berbuat banyak hal, PSSI tetap terlibat dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dengan kehadiran Timnas Israel U-20. Tapi, peran utama PSSI adalah teknis penyelenggaraan.
“Jadi PSSI fokus dalam hal tersebut. Isu-isu lain yang timbul di antaranya itu pemerintah bersama kita sejak awal sampai hari ini. Itu akan jadi sinergi dengan pemerintah. Kami PSSI fokus teknis penyelenggaraan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ratu Tisha mengungkapkan bahwa fokus terdekat PSSI saat ini yaitu merampungkan proses naturalisasi tiga pemain keturunan. Proses tiga pemain keturunan itu serang dikebut karena mereka diproyeksikan membela Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2023.
“Teknis penyelengaraan sangat kompleks dan harus juga fokus ke prestasi. Kita sedang fokus naturalisasi tiga pemain yang kita tahu mereka berposisi back bone,” ujarnya. (Redaksi)
Comment