Cegah Stunting, Ketua TP PKK Bombana Buka Sosialisasi Gerobak Dasyat

BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Penjabat Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bombana, Fatmawati Kasim Marewa secara resmi membuka sosialisasi Gerakan Aksi Olah Dapur Sehat Atasi Stunting (Gerobak Dasyat) tingkat Kabupaten, Sabtu (31/12/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh pengurus TP PKK Kabupaten Bombana bekerjasama dengan TP PKK kecamatan, yang digelar tiga titik yakni satu titik tergabung empat kecamatan yakni titik pertama Kecamatan Tonton Nunu, kedua Kecamatan Poleang Timur, Kecamatan Rarowatu Utara titik ketiga.

Pelaksanaan Gerobak Dashat ini, pemerintah kelurahan/kecamatan melalui pengembangan kelembagaan lokal yang dengan target yakni bumil, busui dan balita.

Dalam sambutanya, Ketua TP PKK Fatmawati Kasim Marewa mengatakan pada intinya, Gerobak Dasyat tujuannnya untuk mencegah stunting.

Lebih lanjutnya, menangani stunting tidak hanya pada saat anak lahir, tetapi mulai sejak dari calon orang tua dan anak dalam kandungan dimana satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting.

“Persoalan ini bukan persoalan bangsa dimasa sekarang saja melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak adalah penerus bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan PKK berperan dalam mengatasi stunting melalui program pokok PKK dengan tujuan mencapai kemajuan dan kesejahteraan keluarga, upaya pemenuhan gizi seimbang bagi balita dan ibu hamil disetiap kegiatan posyandu sehingga angka stunting dapat diturunkan.

“Strategi pencegahan dan penurunan angka stunting melalui Gerobak Dasyat di Kampung Keluarga Berkualitas, salah satunya di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana,” ungkapnya.

Istri orang nomor satu di Kabupaten Bombana ini menjelaskan Gerobak Dasyat ini adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting melalui pemanfaatan sumberdaya lokal, untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dalam mengentaskan stunting.

Untuk itu, kata dia dengan adanya program Gerobak Dashat ini diharapkan bisa bersinergi antara pemerintah Desa, TP PKK Kecamatan, Kelurahan, untuk bersama bertujuan untuk mencegah serta menurunkan Stunting di Kabupaten Bombana.

“Hasil analisis pengukuran stunting tingkat Kabupaten Bombana Kita mengalami penurunan secara presentase di tahun 2022 hingga 20,3% walaupun memang standar nasional yang ditetapkan oleh HWO yaitu 20% namun kita patut syukuri atas capaian tersebut, dan kita berharap di tahun 2023 angka kasus stunting di Kabupaten Bombana bisa memenuhi target nasional,” pungkasnya. (**)

Comment