MUBAR, EDISIINDONESIA.id- Kehadiran Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat Dr Bahri di Bumi Laworoku pada bulan mei 2022, menurut kami mayarakat Muna Barat bagaikan sebuah Lilin yang dinyalahkan di tengah kegelapan malam.
Menurut Ketua Apdesi Kabupaten Muna Barat Armaya bahwa awal hadirnya Pj Bupati Mubar mana pada saat itu Muna Barat dihadapkan dengan segudang masalah yang rumit dan harus segera dicarikan solusinya,Dr Bahri bergerak cepat mulai dari persoalan mutasi pejabat yg tidak diakui KASN, Pembangunan yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat dll.
Dari fakta dan kondisi yang ada pada saat itu, pada 3 bulan pertama terbukti beliau mampu melewatinya dan menyelesaikan beberapa permasalahan itu dengan baik, mulai dari penataan ulang birokrasi dan melaksanakan rekomendasi KASN yaitu mengembalikan pejabat yang dinonjob Bupati sebelumnya dan menata ulang Pejabat struktural lainnya, dan terbukti saat itu beliau mendapat pengakuan dan apresiasi dari komisi ASN tentang penataan birokrasi di muna barat, secara obyektif publik harus mengakui semua itu sebagai prestasi yang luar biasa.
Lanjut Ia,Termasuk yang tidak kalah penting adalah beliau mengalihkan anggaran APBD muna barat, dari pembagunan jalan ring road yang menelan anggaran dalam perencanaan daerah sekitar lebih dari seratus miliar dan dialihkan ke pembangunan perkantoran dimana hal ini sebenarnya sudah menjadi keinginan masyarakat muna barat dari sejak di mekarkannya daerah ini, bisa di bayangkan daerah yang sudah mekar 8 tahun, kantor SKPD-nya masih menggunakan kantor desa,kantor bupatinya menggunakan kantor camat, kantor dprd menggunakan gedung TK, dan masih banyak lagi bangunan-bangunan kumuh lainnya di muna barat yg digunakan untuk kantor SKPD, sungguh sesuatu yg sangat miris daerah yg APBD-nya mencapai 600 miliyar lebih, setiap tahunya hanya mengedepankan membangun jalan dan jalan tidak ada yang lain, harus diakui bahwa pembangunan jalan memang dibutuhkan masyarakat untuk memudahkan mobilitas dan mengangkut hasil-hasil pertanian masyarakat mubar, tapi faktanya jalan yang sudah ada hari ini sudah cukup bagus untuk menjawab masalah tersebut dan rasanya pembangunan jalan itu bukan lagi hal yang perioritas dan mendesak.
Dari fakta itulah pak Bahri kemudian mengalihkan perencanaan anggaran 2022 yang besaranya mencapai 100 miliar lebih yang awalnya untuk pembangunan jalan, dialihkan menjadi pembangunan perkantoran, mulai dari kantor Bupati, kantor DPRD, Mesjid Agung, Mal Pelayanan Publik, Rujab Bupati dan Wakil Bupati, serta Rujab Pimpinan DPRD dan masih banyak lagi kantor-kantor Pelayanan Publik yang akan dibangun, semua ini bila dilihat secara obyektif harus diakui dan diapresiasi, belum lagi kebijakan beliau lainnya yang sangat berpihak pada kepentingan masyarkat dan Desa, mulai dari pemberian bantuan keuangan khusus (100 juta/desa) kepada seluruh desa di Mubar, Bantuan langsung tunai untuk masyarakat miskin di kelurahan yg selama ini tdk tersentuh BLT DD karna mereka adalah masyarakat kelurahan, bantuan layanan kesehatan barupa jaminan BPJS kesehatan untuk 100% masyarakat Mubar hanya berbasis NIK masyarakat Mubar semuaxnya sudah menikmati BPJS kesehatan, kalau kebijakan yang berkaitan dengan nasib PNS Mubar, jangan ditanya, karena beliau lah yang memberikan dan menaikan TPP PNS di Mubar dengan besaran yangg luar biasa, ditambah lagi gerak cepat beliau yg langsung turun lapangan dalam menyelesaikan semua persoalan yg ada, ketika terjadi musibah kebakaran, banjir, tanah lonsgsor, dan berbagai masalah lainnya, hanya dalam hitungan jam setelah mendapat informasi beliau langsung turun lapangan dan memberikan solusi dan bantuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, belum lagi kebijakan dalam menangani Inflasi daerah yang timbul akibat kenaikan harga BBM, seperti pemberian subsidi solar untuk para nelayan, subsidi angkutan untuk para sopir angkutan umum, gelar pasar murah untuk seluruh wilayah di Mubar, dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan positif beliau.
“Olehnya itu sekali lagi semua ini bila dilihat secara obyektif dan dengan kaca mata yg sehat harus diakui dan diapresiasi”.
Terkait dengan gerakan sahabat-sahabat aktifis hari ini yg menyoroti soal AMDAL pembagunan perkantoran Laworoku, secara pribadi saya menghargai langkah yg diambil oleh sahabat-sahabat aktifis itu, bahwa kebebasan berpendapat dan menyampaikan pendapat di muka umum itu dijamin UU, dari sisi positifnya gerakan sahabat-sahabat ini akan menjadi masukan yang baik kepada pak Pj Bupati Mubar untuk segera melengkapi segala persyaratan yang sudah diatur dalam UU untuk melaksanakan pembangunan, tapi menurut hemat kami, pak Pj ini adalah Birokrasi yg sudah cukup berpengalaman dan sangat paham aturan perundang-undangan, Pada akhirnya segala bentuk perizinan itu akan dilengkapi dan pasti sudah ada langkah-langkah melalui dinas terkait untuk menyelesaikan itu semua.
Terbukti hari ini sudah ada dokumen seperti UKL dan UPL, dan dokumen-dokumen lainnya semua akan dilengkapi sesuai tuntutan Undang-undang dan semua akan selesai pada waktu yg tepat.
Ditambah lagi ada informasi ada penilaian kinerja dari Kemendagri yang menyatakan bahwa kinerja PJ Bupati Mubar mendapat Penilaian buruk,Saya kira ini data yang mesti dipertanyakan kebenarannya, justru faktanya Muna Barat hari ini mendapat rangking 1 dari ombdusman untuk kategori pelayanan publik terbaik.
Untuk itu kami mengajak semua elemen masyarakat Mubar untuk melihat ini semua secara obyektif, jangan gerakan ini cenderung ada kepentingan politik yang terselip di dalamnya, karena fakta hari ini kami masyarkat Mubar sudah sangat merasa nyaman dengan kinerja dan kebijakan Pj Bupati Mubar hari ini dan hampir kami pastikan 90% masyarakat Mubar puas dengan kepemimpinan Pj Bupati Mubar.
“Olehnya itu kembali saya menyarankan kepada sahabat-sahabat Aktifis untuk mengedepankan Komunikasi ketimbang Demonstrasi, Mari bangun komunikasi yang baik tanpa harus turun di jalan, saya pastikan pak Pj Bupati sangat terbuka untuk hal ini, pintu Rujab itu terbuka 24 jam untuk menerima sahabat-sahabat dalam berdiskusi dalam memikirkan Daerah kita tercinta Muna Barat ini menjadi lebih baik.
Kalau harus turun di jalan saya kira itu bukan solusi yg baik, sekali lagi kami mengajak sahabat-sahabat aktifis dan mahasiswa Mubar untuk meilhat kinerja PJ Bupati Mubar secara obyektif, karena sahabat-sahabat itu adalah generasi muda yang menjadi harapan masyarakat Muna Barat untuk memikirkan daerah ini menjadi lebih baik di masa yang akan datang.
Mari sampaikan saran, pendapat dan masukan sahabat-sahabat itu dengan cara yang baik dan sopan melalui komunikasi dan musyawarah, sesuai dengan pegangan atau Falsafah leluhur kita orang muna “Pomoa-moasigho, pomoo-moologho, Popia-piara,Poajha-ajhati, Poangka-angakatau”,Saling Mencintai,Saling menyayangi,saling memelihara,saling menghargai dan saling mendukung dan Karena hanya dengan cara itu semua daerah ini bisa dibangun dengan baik dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai, untuk mewujudkan cita-cita perjuangan para senior-senior atau orang-orang tua kita dalam memperjuangkan pemekaran Daerah ini dari sejak 20 tahun yang lalu, sebagian para pejuang pemekaran itu hari ini sudah mendahului kita menghadap sang Pencipta, biarkan mereka tersenyum di alam sana, dan perjuangan mereka mejadi amal jariah dihadapan Allah SWT.,”Salam Damai”.(**)
Tulisan ini adalah kiriman dari sobat edisiindonesia.id, isi dalam tulisan tersebut di tanggung sepenuhnya oleh penulis
Penulis :Armaya
Ketua DPC Apdesi Kabupaten Muna Barat
Comment