KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Penyebaran Covid-19 harus tetap diwaspadai. Untuk mencegah secara dini penyebaran tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO). Melakukan edukasi pembuatan disinfektan ramah lingkungan di Pesantren Al Munawarah, Kabupaten Konawe.
Dr. Abdul Haris Watoni, M.Si. selaku ketua kegiatan tersebut, bersama tim anggota pelaksana Program Kemitraan Masyarakat Internal dan beberapa mahasiswa turun langsumg ke lapangan untuk melakukan edukasi.
Abdul Haris Watoni, mengatakan, LPPM UHO edukasi pembuatan disinfektan ramah lingkungan berbasis nanopartikel perak-ekstrak kulit manggis, sangat efektif untuk pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di Pondok Pesantren Al Munawwarah, Kabupaten Konawe
“Saat ini penyebaran Covid-19 terus terjadi. Karena itu, kita harus tetap waspada terhadap sebaran virus, dan itu bisa terjadi kapan saja. Maka dari itu dibutuhkan produk antimikroba yang dapat memutus sebaran penyakit yaitu disinfektan,”paparnya (15/8).
Sementara itu, anggota lain yang ikut dalam kegiatan tersebut, Dr. La Ode Ahmad Nur Ramadhan, M.Si menyampaikan, disinfektan yang dianggap efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah disinfektan dengan metode green chemistry.
Pemanfaatan ekstrak kulit manggis dan penambahan nanopartikel perak yang mudah dibuat, dapat digunakan sebagai bahan aktif disinfektan ramah lingkungan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
“Potensi ketersediaan bahan baku yang disebutkan tadi mudah didapat. Maka para santri dan guru Pondok Pesantren Al Munawwarah dapat dibimbing dan diedukasi dalam penyediaan disinfektan alami ramah lingkungan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dari sekitar pesantren.”terangnya.
Ditempat yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawarrah, La Bisimi, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap semoga hasil edukasi ini dapat menjadi inspirasi para santri untuk dapat membuat produk sejenis dengan memanfaatkan limbah buah-buahan yang ada di sekitar pesantren.
“Disekitar pesantren Al-Munawwarah ini banyak buah rambutan. Nantinya kulit dari buah rambutan bisa dijadikan bahan dalam pmbuatan disinfektan.
Daripada, tambah dia, kulit rambutan menjadi limbah dan dibuang begitu saja. Jadi, lebih baik dimanfaatkan oleh anak-anak Pesantren Al Munawwarah.
“Tinggal bagaimana diberikan pengetahuan lebih lanjut mengenai prosesnya”tambahnya
Sekedar informasi, kegiatan tersebut diikuti 20 peserta. Peserta sangat antusias dan termotivasi untuk mengajukan pertanyaan hingga akhir kegiatan. Sehingga kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan membentuk tim karya ilmiah Pondok pesantren Al Munawwarah.
Tim karya ilmiah dari Pesantren Al-Munawarah dipersiapkan dalam kegiatan COMIC SAINS (Comptition of Chemistry) di Jurusan Kimia FMIPA UHO yang selalu diadakan setiap tahunnya. Selain itu pembentukan tim dilakukan untuk mengikuti ajang-ajang yang sama, baik dalam lingkup Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun depan. Untuk memperkuat keberlanjutan program kolaborasi, maka telah dilakukan kesepakatan untuk menjalin komunikasi secara intensif antara tim penyelenggara dengan mitra kerjasama, dalam hal ini Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawwarah. (**)
Comment