Jemaah Haji Diminta Beli Oleh-oleh di Madinah Saja, Ini Alasannya!

Ilustrasi/Foto: INT

EDISIINDONESIA.id – Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah Asep Subhana mengimbau kepada jemaah haji Indonesia yang masuk pada gelombang kedua untuk tidak membeli oleh-oleh di Makkah.

Sebab, bus yang memberangkatkan jamaah dari Makkah ke Madinah sangat terbatas kapasitas bagasinya.

Asep menjelaskan pemberangkatan jamaah dari Makkah ke Madinah skemanya berbeda dengan pemberangkaran dari Makkah ke Jeddah. Di mana barang bawaan jamaah diangkut bersamaan.

“Kalau dari Makkah ke Jeddah koper sudah diangkut oleh pihak penerbangan H-1, namun untuk dari Makkah ke Madinah barang bawaan atau koper jemaah itu melekat kepada bus yang digunakan oleh jemaah,” kata Asep, Kamis (21/7).

Menurutnya, ada dua hal krusial. Pertama, dari sisi jemaah diimbau tidak membawa barang berlebih selain koper, koper kecil dan tas dokumen. Karena kapasitas bagasi bus yang terbatas.

“Diimbau agar jemaah jangan semua barang dibeli di Makkah dibawa semua ke Madinah. Itu bisa jadi problem nanti. Kalau jamaah membawa barang bawaan berlebih dengan setiap bus diisi 45 orang, maka akan kesulitan membawanya di bagasi bus yang kapasitasnya terbatas,” kata Asep.

“Jadi jamaah kalau mau belanja-belanja nanti di Madinah saja, karena jemaah nanti pulang ke Tanah Air melalui Bandara Madinah,” imbuhnya.

Meski demikian, kata Asep, barang jamaah yang tertinggal di Makkah akan diangkut menuju Madinah, namun membutuhkan waktu lebih. “Kita kumpulkan dulu barang-barang tersebut dari beberapa kloter, baru nanti kita kirim ke Madinah menggunakan truk,” jelasnya.

Kedua, dari sisi petugas harus mengecek dengan teliti setiap bus sesuai spesifikasi yang tertera di kontrak.

“Kalau bus yang mengangkut jemaah di luar spesifikasi kontrak, petugas tersebut harus lapor ke Daker, nanti dalam waktu satu jam kendaraan itu harus kita ganti,” tegasnya.

Selanjutnya, petugas juga harus menata koper-koper jamaah supaya seoptimal mungkin bisa terangkut bus tersebut, bus yang sama dengan jemaahnya. (**)

Sumber: Jawa Pos

Comment