MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat (Mubar) menyelenggarakan In House Training Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) Dasar, Senin (4/7/2022).
Kegiatan ini digelar meningingat rumah sakit sebagai salah satu instansi yang memberikan pelayanan kesehatan, memiliki peran dan tanggung jawab untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurut Direktur RSUD Mubar dr. Muh. Syahril Fitrah, derajat kesehatan dipengaruhi beberapa faktor seperti munculnya perubahan pola penyakit, demografi, perkembangan IPTEK dan sosial ekonomi masyarakat sebagai pemicu terjadi berbagai penyakit serta kejadian infeksi.
Olehnya itu, RSUD Mubar sebagai satu satunya fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang melayani rujukan dari seluruh puskesmas atau FKTP dalam wilayah kabupaten dan wilayah lain di sekitarnya terus melakukan pembenahan.
Salah satunya dalam meningkatkan kualitas pelayanan termasuk di dalamnya upaya pengendalian dan pencegahan infeksi oleh seluruh petugas terhadap layanan di rumah sakit.
“Kita (RSUD Mubar) terus berbenah dalam meningkatkan mutu layanan di rumah sakit. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas SDM di rumah sakit. Untuk itu, kita mengadakan In House Training PPI Dasar kepada seluruh petugas kesehatan di RSUD,” kata dr. Syahril.
Syahril sapaan akrabnya menerangkan meskipun angka kejadian infeksi yang terjadi di rumah sakit saat ini masih bisa ditekan.
Namun, pihak manajemen rumah sakit lewat bidang pelayanan tetap berupaya meningkatkan kompetensi dan keahlian para petugas dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi.
“Jadi, metode in house training ini kita lakukan dengan kegiatan pembelajaran ceramah, praktek dan diskusi. Kita juga menerapkan pembelajaran dilapangan dengan cara peserta mengunjungi setiap ruangan dan melihat serta menentukan kondisi diruangan yang belum sesuai dengan standar PPI, kemudian mempersentasekan saat kembali pembelajaran dalam ruangan diikuti dengan diskusi,” terangnya.
Dikatakannya, Pemkab Mubar sangat serius dalam peningkatan layanan disetiap unit pelayanan publik di Kabupaten Mubar. Sebagaimana yang disampaikan oleh Pj Bupati Mubar, Bahri bahwa pihaknya akan fokus terlebih dahulu melakukan pembenahan pada unit layanan publik di daerah yang dipimpinnya.
“Kegiatan In House Training ini juga kita lakukan sebagai persiapan dalam menghapi survey akreditasi rumah sakit akhir tahun ini. Kita (RSUD Mubar) bertekad mempersembahkan nilai yg terbaik saat proses akreditasi nanti. Insyaallah kami lulus seperti tahun 2019 lalu,” ungkapnya.
Syahril menambahkan, dalam kegiatan in house training PPI ini, ada beberapa materi yang disampaikan antara lain kebijakan PPI, PPI pada HIV, hepatitis B dan TB, konsep HAIs, program PPI dan kewaspaadan isolasi. Kemudian, kebersihan tangan dan praktek, pengendalian lingkungan dan pengelolaan limbah RS, etika batuk, PPI ICU, PPI gizi, PPI kamar, pengelolaan loundry di RS, dan penempatan pasien berdasarkan transmisi penyakitnya.
Sementara itu, salah satu narasumber yang juga sebagai Ketua HIPPPI Sultra, Muhamad Asrul menyatakan para peserta sangat antusias dan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat besar. Hal ini dibuktikan keaktifan saat proses pembelajaran baik diruangan maupun saat berkunjung dilapangan.
“Peserta sangat antusias dalam kegiatan training PPI dasar ini. Kita bisa lihat dari hasil nilai pre test dan post test yang sangat baik. Para petugas kesehatan sudah mampu mengidentifikasi kondisi-kondisi disetiap ruangan yang belum sesuai dengan standar PPI,” ungkapnya.
Harapan Direktur RSUD setelah mengikuti pelatihan In House Training PPI ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kinerja staf dalam hal pengecahan dan pengendalian infeksi dalam rangkah peningkatan pelayanan di RSUD Mubar. (**)
Comment