Dianggap Gagal Memimpin, KMKU: Bupati Konut Hanya Menang di Media

KONUT, EDISIINDONESIA.com- Nama Bupati Konawe Utara (Konut) H. Ruksamin Belakangan menjadi perbincangan Publik Sulawesi Tenggara (Sultra) karena di anggap sebagai Figur yang cocok untuk menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara Selanjutnya.

Penilaian Publik tidak terlepas dari pemberitaan yang sangat intens tentang kerja kerja Bupati Konut itu dalam Membangun daerah.

Berkaitan soal pemberitaan keberhasilan dalam Memimpin Konawe Utara, Ketua Bidang Sosial, Politik, dan Pemerintahan (Sospolhan) Komite Mahasiswa Konawe Utara (KMKU), Asdan Zafitrah Justru mengungkapkan bahwa Ruksamin Hanya Menang di Media dan media sosial (Medsos), Ia justru di nilai gagal dalam memimpin Konawe Utara.

“Bupati Konut itu hanya menang di Media, pada Kenyataannya ia justru gagal dalam memimpin Konawe Utara” Ungkap

Penilaian tersebut di karenakan dalam enam (6) Tahun Kepemimpinan Ruksamin sebagai Kepala Daerah hampir tidak ada Bukti kerja yang konkrit yang di tunjukkan kepada Masyarakat konawe Utara.

“H. Ruksamin telah enam Tahun menjadi Bupati di konut, Tapi sangat Minim pembangunan contohnya dengan banyaknya wilayah yang sangat sulit di akses karena jalan yang sangat rusak parah seperti jalan menuju Lasolo Kepulauan, Langgikima, bahkan beberapa desa di Kecamatan Asera terisolir karena jalan yang sangat rusak” Bebernya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan ruksamin gagal dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di konut sehingga tidak memiliki kontribusi yang besar.

“Konut adalah daerah Kaya tetapi kekayaannya tidak mampu di kelola dengan baik sehingga memberikan kontribusi yang besar, andaikan kepala daerahnya mampu memanfaatkan potensi itu pasti konut sudah jadi daerah maju. Yang lebih aneh adalah Kian hari kekayaan alam konut di Keruk sehingga makin berkurang harusnya juga berbanding lurus dengan sejahteranya masyarakat, Ini konut terbalik alamnya makin habis masyarakat bertambah miskin kan aneh” Ungkap dengan heran.

Lebih lanjut Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (HIMAPRI) Wilayah Sultra itu juga mengatakan bahwa kasus Covid-19 kemarin merupakan hal yang harus di telusuri lebih lanjut, Karena Kuat Dugaan ada Indikasi Korupsi di dalamnya.

“Saya juga mengingatkan Hasil Temuan BPK Soal Dana Covid di Konut Masih belum jelas, ini dugaan besar korupsi di dalamnya. Yang harus di telusuri juga Dana Bagi Hasil (DBH) Sektor tambang di kemanakan padahal angka nya Cukup fantastis” Ucapnya.

Lebih lanjut Ruksamin juga di minta Untuk Mundur dari Bupati sebab dinilai tidak lagi fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, Hal itu dapat di lihat dengan Banyaknya kegiatan yang sifatnya seremonial belaka yang di lakukan di luar konut yang tidak berkaitan dengan Visi Misinya sebagai Bupati.

“Kami meminta Bupati Konut Ruksamin untuk mundur dari jabatannya, karena kami anggap sudah tidak lagi fokus sebagai kepala daerah. Hal itu dapat di lihat dari banyaknya kegiatan di luar yang tidak berkaitan dengan proses kemajuan daerah konut” Tutupnya.(edisi)

Comment