Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Konawe 2022 Kunjungi Tani Indah

Tim penilai lomba desa/kelurahan saat mengunjungi Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe pada Jumat (13/5/2022). (Foto: Masrin/EI)

KONAWE, EDISIINDONESIA.com – Lomba desa/kelurahan tingkat Kabupaten Konawe tahun 2022 telah memasuki hari kedua tahap penilaian.

Tim penilai pun telah melakukan penilaian disejumlah desa/kelurahan yang menjadi peserta lomba tersebut.

Salah satu desa yang menjadi peserta dan berkesempatan dinilai oleh tim adalah Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe pada Jumat (13/5/2022) di kantor Desa Tani Indah.

Tim Penilai Lomba Desa dipimpin langsung oleh Kadis PMD Konawe Keny Yuga Permana. Selanjutnya, Dinas Satpol PP Linmas dan pemadam kebakaran. Kemudian, Dinas Pendidikan Nasional, Kesehatan, BPBD Konawe, dan Tim Penggerak PKK Konawe.

Para tim penilai lomba desa di sambut langsung oleh Kepala Desa Tani Indah Muh Juslan, Camat Kapoiala Muhammad Sobri Rustam dan para Kades se Kecamatan Kapoiala, aparat desa dan sejumlah warga.

Penilaian lapangan lomba desa/kelurahan se-Kabupaten Konawe ini berlangsung sejak 12 Mei dan akan berakhir pada 27 Mei 2022.

Di Kecamatan Kapoiala sendiri, Desa Tani Indah adalah satu-satunya desa dari 13 desa di Kapoiala yang mengikuti lomba tersebut.

Kadis PMD Konawe Keny Yuga Permana menjelaskan, penilaian evaluasi pembangunan desa tahun ini tetap mengacu pada Permendagri 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.

“Kita akan lihat untuk Desa Tani Indah ini semoga inovasi yang diciptakan oleh Pemerintah Desa bisa menjadi nilai tambah untuk bersaing dengan desa lain yang akan dilaksanakan penilaian,” ungkapnya.

Menurut Keny, lomba desa ini merupakan momentum untuk melihat sejauh mana progres pelaksanaan pembangunan di desa. Kata dia, ada beberapa bidang yang menjadi obyek penilaian, diantaranya bidang pemerintahan, BPD, BUMDES, lalu kader posyandu, PKK, lembaga adat dan LPM.

“Lomba desa ini bukan hanya sekedar mencari siapa yang terbaik. Akan tetapi yang paling utama adalah kita melihat proses-proses kegiatan yang dilaksanakan termasuk bagaimana potensi yang ada di desa itu. Hingga bisa memberikan kontribusi pendapatan asli desa serta inovasi yang dilahirkan,” pungkasnya. (**)

Comment