Waketum DPP PKB Terima Naskah Deklarasi Muhaimin-Amran dari KPI

MAKASSAR, EDISIINDONESIA.com – Kesatuan Pemuda Indonesia (KPI) menggelar deklarasi mendukung Abdul Muhaimin Iskandar-Andi Amran Sulaiman sebagai Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres), di Monumen Mandala Kota Makassar, Kamis (16/2/2022) kemarin.

Deklarasi ini dihadiri Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Dr. H. Jazilul Fawaid, SQ, MA. Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad dan Ketua PKB Kota Makassar Fauzi Andi Wawo, beserta seluruh elemen pemuda dan masyarakat di kota ini.

Ketua Kesatuan Pemuda Indonesia (KPI) Jabal Nur menyerahkan naskah deklarasi ke Pimpinan MPR-RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid.

Jazilul Fawaid melihat deklarasi ini merupakan masukan yang baik dan tentunya seluruh elemen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mendengarkan masukan KPI. “Karena memang kita butuh tokoh-tokoh yang lahir juga dari kawasan Timur atau kawasan luar Pulau Jawa. Pak Andi Amran Sulaiman, menurut saya adalah salah satu tokoh atau figur yang memiliki trackrecord yang cukup untuk menjadi calon Wakil Presiden,” terang Jazilul Fawaid kepada awak media di sela-sela deklarasi.

Meski demikian, menurut Jazilul, apa yang disampaikan oleh KPI dalam deklarasi ini keputusannya tentu saja ada di DPP PKB pada saatnya nanti. Namun yang terpenting, kata dia, bagaimana menyatukan gelombang bahwa Andi Amran Sulaiman dan Abdul Muhaimin Iskandar memiliki visi yang sama.

“Untuk apa? tentu untuk menjadikan kaum muda sebagai basis nantinya, ketika beliau memimpin. Kita memang butuh pembaharuan,” tandasnya.

Soal apakah ada calon-calon (wakil presiden) yang lain, Jazilul menyatakan tentu ada. “Tetapi, ini kan baru pertama gerak. Kalau KPI bergerak, saya yakin Pak Muhaimin dan Pak Amran akan menjadi pasangan ideal mengantarkan Indonesia kedepan lebih baik. Tergantung masyarakat nantinya, bukan kita,” ujarnya.

Lebih jauh, Jazilul Fawaid menyatakan bahwa saat ini PKB punya modal 10%. Kemudian, elektoral Muhaimin Iskandar dan Andi Amran Sulaiman juga belum diukur secara signifikan.

“Tetapi masih punya waktu kesempatan dua tahun. Nanti kalau pasangan ini betul-betul dinilai layak, saya yakin bukan hanya PKB yang akan mengusung. Akan ada partai-partai lain juga. Sehingga memiliki kecukupan untuk berangkat,” katanya.

“Tetapi kalau anak-anak muda yang bergerak terpenting jalan dulu. Yang penting layar terkembang pantang surut kebelakang. Itu dulu hari ini. Teman-teman KPI yang saya tangkap menguatkan tekad untuk mengibarkan layar kita kembangkan,” lanjutnya.

Jazilul Fawaid pun menyatakan kedepan perjuangan Kesatuan Pemuda Indonesia (KPI) yang akan membuktikan apakah mampu meraih simpati dari partai-partai lain agar cukup 20% mengusung pasangan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan Andi Amran Sulaiman.

“Dan, juga meraih simpati dari para tokoh dan para kalangan manapun. Sehingga elektoralnya juga naik. Saya pikir itu yang menjadi sarat utama untuk berhasil sebuahnya perjuangan menuju pilpres,” katanya.

Jazilul Fawaid berharap KPI punya jaringan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia untuk menggelar deklarasi serupa. Dia juga berpesan agar ketokohan Andi Amran Sulaiman tidak hanya di Sulawesi.

“Kalau saya berharap Pak Andi Amran melalui teman-teman KPI diangkat bukan hanya sebagai tokoh Sulawesi, tetapi tokoh dari luar Pulau Jawa. Karena kebiasaan begitu. Di Indonesia itu yang selalu menjadi presiden, bukan saya politik identitas, tetapi faktanya calon presiden selalu membutuhkan wakil yang memenuhi sosok dari kalangan luar Pulau Jawa,” tutup Jazilul Fawaid.(**)

Penulis: Wawan

Comment