EDISIINDONESIA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pemeriksaan saksi terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku guna mengungkap kasus tersebut.
Pemeriksaan sejumlah saksi oleh penyidik KPK ini guna melanjutkan proses hukum kasus dugaan suap, gratifikasi dan tindak pencuian uang (TPPU) terkait pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011-2016.
Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan ditahan diantaranya, mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa dan Johny Rynhard Kasman (JRK) selaku sopir pribadi Tagop di Jakarta. Selain itu, selaku pemberi Ivana Kwelju (IK) dari pihak swasta.
Kali ini giliran dua toko yang paling dikenal oleh masyarakat di kabupaten dengan julukan Bumi Bipolo ini yakni Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan, Iskandar Walla dan mantan calon Bupati Buru Selatan, Abdurrahman Soulisa, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.
Markas Komando Brimob Polda Maluku, di Kelurahan Tantui, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Jumat 4 Februari 2022.
Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan tim penyidik KPK melanjutkan pemeriksaan saksi dengan menggunakan ruangan di Markas Komando Brimob Polda Maluku.
“Hari ini tim penyidik memeriksa tujuh orang saksi untuk perkara tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan jalan dalam Kota Namrole tahun anggaran 2015 di Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan,” ungkap Ali Fikri.
Dalam pemeriksaan ada 7 orang saksi yang diperiksa dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak swasta diantaranya.
Untuk dari ASN yang pertama Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buru Selatan, Mekior Solissa dan eks Kadis PUPR Kabupaten Buru Selatan, Ventje Kulibongso tahun 2015.
Selanjutnya, keluarga tersangka TSS yang juga pernah menjabat Kadis PU Bursel, Abdurrahman Soulisa dan Sekda Bursel, Iskandar Walla juga dimintai keterangan pada hari ini serta mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan, Nataniel Solissa.
Sementara unsur dari swasta yakni Direktur PT Beringin Dua, Venska Yauwalata alias Venska Intan dan pegawai swasta sebagai Administrasi CV. Fajar Mulia dari tahun 2010 sampai sekarang, Sandra Loppies. (**)
Reporter: Fauzi
Comment