KNPI dan Dispora Bahas Perang Antar kelompok di Makassar

Pertemuan antara pengurus KNPI Kota Makassar dengan Kadispora Kota Makassar. (Foto: Fauzi/EI)

MAKASSAR, EDISIINDONESIA.com – Pasca tawuran antara kelompok yang menewaskan salah satu orang, di Jalan Karuwisi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tawuran antar kelompok tersebut berlangsung pada Jumat, 28 Januari 2022, antara kelompok pemuda Karuwisi Kecamatan Panakkukang dengan kelompok pemuda Maccini Parang, Kecamatan Makassar.

Hal menjadi salah satu fokus perbincangan dalam pertemuan antara pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Makassar.

Pertemuan itu dihadiri oleh jajaran pengurus Ketua KNPI Makassar di bawah kepemimpinan Hasrul Kaharuddin atau yang arab disapa Bung Arul, di Rumah Kopi Topaz, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (1/2/2022).

Hasrul Kaharuddin mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi pengurus dengan Dispora, dan menyambut kedatangan Ketua KNPI Balikpapan periode 2021-2024, Andre Afrizal yang juga hadir dalam pertemuan ini.

“Bahwa akhir-akhir ini kerap terjadi perang antar-kelompok yang mesti kita pikirkan bersama bagaimana menyelesaikan persoalan pemuda di akar pukul,” ungkapnya.

Salah seorang pengurus menjelaskan bahwa diperlukan pemetaan wilayah yang sering terjadi perang kelompok.

“Kita perlu juga mengecek klaster yang sering terlibat perang ini di usia berapa, dan apa motif yang sering memicu konflik,” tuturnya.

Selanjutnya, Bung Arul menambahkan bahwa memang dibutuhkan terobosan-terobosan untuk menggaet pemuda, menyibukkan pemuda dalam hal-hal positif, misalnya dalam bentuk dalam kegiatan-kegiatan ekonomi.

Sementara itu, Kadispora Kota Makassar, Andi Pattiware mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalin sinergitas yang kuat dengan pemuda.

“Kita akan memikirkan bersama bagaimana menciptakan keharmonisan hubungan antar-pemuda di Makassar. Dan ini merupakan arahan Pak Wali Kota Makassar (Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto) kita coba mencari benang merah dari persoalan kepemudaan kita ini,” tuturnya. (**)

Reporter: Fauzi

Comment