Pemkab Mubar Siapkan Rp70 Juta untuk Dua Keluarga Korban Kebakaran di Wakontu

MUBAR, EDISIINDONESIA.id— Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, menyiapkan bantuan senilai Rp70 juta untuk membantu dua keluarga yang menjadi korban kebakaran di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membantu pembangunan kembali dua rumah yang terbakar serta mendukung pemulihan usaha milik korban. Rinciannya, pemerintah mengalokasikan Rp25 juta untuk masing-masing rumah atau total Rp50 juta, ditambah bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemulihan warga setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

“Untuk perbaikan rumah, kami alokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp25 juta per unit. Jadi, dua rumah totalnya Rp50 juta,” kata Darwin saat meninjau lokasi kebakaran, Rabu siang (9/9/2026).

Selain bantuan untuk rumah, Pemkab Mubar juga menyiapkan modal usaha bagi korban yang sebelumnya menjalankan usaha kios. Bantuan senilai Rp20 juta itu nantinya diberikan dalam bentuk barang sesuai kebutuhan yang diusulkan melalui Dinas Sosial.

Darwin bersama jajaran BPBD dan Dinas Sosial Mubar juga menyerahkan bantuan darurat berupa bahan makanan, pakaian serta perlengkapan tidur kepada keluarga terdampak.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu korban memenuhi kebutuhan dasar sekaligus kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Kebakaran Diduga Dipicu Ledakan Tabung LPG

Kebakaran yang melanda dua rumah warga tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Berdasarkan keterangan Polsek Lawa, api diduga berasal dari dapur rumah Amsar (42) setelah terjadi masalah pada tabung LPG saat istrinya, Wa Saroni, sedang memasak air.

Wa Saroni diketahui sempat meninggalkan dapur untuk mengantarkan makanan ke tempat penyulingan nilam yang berada tidak jauh dari rumah.

Saat itu, Amsar bersama sejumlah rekannya sedang berada di lokasi penyulingan. Seorang warga, Asbar Tanjung (31), kemudian melihat api sudah membesar dari arah dapur rumah Amsar dan segera memberitahukan kejadian tersebut.

Warga lainnya, Amrin (44), yang kebetulan melintas setelah pulang dari kebun, juga melihat kobaran api dan meminta bantuan warga.

Menurut Amrin, ia sempat hendak masuk ke rumah untuk menyelamatkan barang berharga. Namun, niat tersebut urung dilakukan karena tercium bau gas yang cukup kuat.

Tak lama berselang, terdengar beberapa kali ledakan yang membuat api semakin membesar.

Api kemudian menjalar ke rumah panggung milik Wa Ode Pelona (72) yang berada sekitar tiga meter dari rumah Amsar. Warga bersama aparat berupaya menyelamatkan penghuni rumah dan memadamkan kobaran api.

Satu unit mobil pemadam kebakaran akhirnya tiba di lokasi dan melakukan pemadaman bersama warga serta kepolisian.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh bangunan dan barang milik kedua keluarga, termasuk sejumlah dokumen penting, tidak dapat diselamatkan.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp350 juta. Kerugian rumah Amsar ditaksir sekitar Rp200 juta, sementara kerugian Wa Ode Pelona mencapai sekitar Rp150 juta.

Selain bantuan melalui pemerintah daerah, Darwin juga memberikan bantuan pribadi berupa uang tunai dan kebutuhan pokok kepada kedua keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah. (adv)

Comment