Pembangunan KDMP di Buton Utara Diprotes, Warga Sebut Berdiri di Atas Lahan Masjid

BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Matalagi, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), memicu polemik.

Sejumlah warga memprotes proyek tersebut karena lokasi pembangunan disebut berada di atas lahan yang telah lama dipersiapkan untuk pembangunan masjid desa.

Penolakan warga menguat setelah pondasi awal berupa cakar ayam yang sebelumnya dibangun untuk rencana masjid dilaporkan dibongkar saat proses persiapan pembangunan koperasi.

Salah seorang warga Desa Matalagi, Firman, mengatakan masyarakat terkejut ketika mengetahui adanya aktivitas penimbunan di lokasi yang selama ini diyakini sebagai lahan pembangunan masjid.

“Kami kaget. Tiba-tiba pihak Koperasi Desa Merah Putih melakukan penimbunan untuk pembangunan koperasi. Setelah itu, cakar ayam yang sudah dibuat digusur dan diratakan semua,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Menurut Firman, rencana pembangunan masjid di lokasi tersebut telah disepakati sejak 2011 oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan baru sampai pada tahap pembuatan pondasi berupa cakar ayam.

“Kalau perencanaan pembangunan masjid di lokasi ini sudah sejak tahun 2011. Itu hari lokasi ini disepakati untuk dibangunkan masjid, yang disepakati pemerintah desa dan masyarakat, cuma sempat mangkrak karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Firman mengungkapkan, warga merasa kecewa karena lahan yang selama ini dipersiapkan untuk rumah ibadah justru digunakan sebagai lokasi pembangunan koperasi.

Meski demikian, ia menegaskan masyarakat tidak menolak program Koperasi Desa Merah Putih. Penolakan hanya ditujukan terhadap lokasi pembangunan yang dinilai tidak sesuai.

“Masyarakat tidak menolak pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Matalagi. Tetapi kami menolak jika dibangun di atas lahan masjid,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Camat Wakorumba Utara, La Ode Usman, mengaku baru mengetahui adanya informasi tersebut saat dikonfirmasi.

“Saya juga baru dengar ini, kepastiannya kecuali ada laporan masyarakat,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Koperasi Desa Merah Putih maupun Pemerintah Desa Matalagi terkait tudingan warga mengenai lokasi pembangunan tersebut. (**)

Comment