Diduga Dikeroyok Tiga Pria, Pemuda di Kendari Lapor Polisi, Keluarga Soroti Penanganan Kasus

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang pemuda bernama Ikwan Pradana Putra (25), warga Jalan Tunggala, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban dugaan pengeroyokan dan penganiayaan yang terjadi pada Jumat (26/6/2026), sekitar pukul 00.30 WITA.

Peristiwa yang diduga dipicu persoalan pengembalian satu unit mobil tersebut telah dilaporkan ke Polresta Kendari. Namun, hingga lebih dari sepekan setelah laporan dibuat, keluarga korban mengaku belum melihat adanya perkembangan signifikan dalam penanganan perkara tersebut.

Kakak korban, Rey, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Kamis (25/6/2026) malam, ketika Ikwan berada di kamar kosnya di kawasan Jalan Tunggala. Saat itu, seorang pria bernama Asrul disebut berulang kali menghubungi korban melalui telepon untuk menanyakan keberadaannya.

“Awalnya Saudara Asrul menelepon dan menanyakan posisi Ikwan. Saat itu korban baru tiba dari Torobulu,” ujar Rey, Senin (6/7/2026).

Menurut Rey, sekitar 90 menit kemudian Asrul kembali menghubungi korban saat berada di Plaza Inn. Sekitar 40 menit setelah itu, Asrul kembali menelepon ketika korban telah berada di Hotel Claro Kendari.

Dalam percakapan tersebut, Asrul meminta korban segera mengembalikan sebuah mobil. Namun, korban menjelaskan bahwa kendaraan yang dimaksud sedang digunakan oleh adik sepupunya.

Setelah menganggap persoalan telah dijelaskan, korban kembali ke kamar kosnya untuk beristirahat. Sekitar 20 menit kemudian, adik sepupunya menelepon dan meminta korban keluar karena Asrul bersama dua rekannya disebut telah menunggu di depan kos.

Saat korban menemui mereka, situasi disebut langsung memanas. Rey menuturkan, Asrul diduga membentak korban sebelum memiting lehernya menggunakan lengan kanan.

“Ketika korban sedang dipiting, salah satu rekan Asrul yang belum diketahui identitasnya langsung memukul dahi korban menggunakan kepalan tangan,” kata Rey.

Korban selanjutnya diduga dipaksa masuk ke dalam mobil yang digunakan para terduga pelaku dalam kondisi leher masih dipiting. Setibanya di dalam kendaraan, seorang pria lain yang telah berada di dalam mobil kembali diduga memukul korban pada bagian bibir atas.

Akibat kejadian tersebut, Ikwan mengalami sejumlah luka dan mengaku mengalami trauma psikologis. Merasa menjadi korban kekerasan secara bersama-sama, ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari.

Meski laporan telah diterima kepolisian, keluarga korban mengaku kecewa karena hingga kini belum ada panggilan kepada mereka sebagai saksi maupun informasi mengenai langkah penanganan terhadap para terduga pelaku.

“Kasus adik saya ini sudah berjalan lebih dari satu minggu. Sampai sekarang belum ada panggilan kepada kami sebagai saksi dan terduga pelaku juga belum diamankan,” ujar Rey.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polresta Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan tersebut. (**)

Comment