EDISIINDONESIA.id- Ilham Arief Sirajuddin atau yang akrab disapa IAS mulai melakukan konsolidasi dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Langkah ini ditempuhnya beberapa hari setelah menerima surat rekomendasi diskresi langsung dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.
Kegiatan konsolidasi digelar di kediaman IAS di Jalan Batu Putih, Makassar, pada Minggu (28/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengurus DPD II Golkar se-Kabupaten/Kota serta perwakilan organisasi sayap partai.
Menurut IAS, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum DPP Golkar. Ia diminta untuk membangun komunikasi lebih dulu dengan seluruh jajaran pengurus di Sulawesi Selatan sebelum Musda resmi dilaksanakan.
“Pak Ketum meminta saya melakukan konsolidasi terlebih dahulu. Hasil pertemuan ini nantinya akan saya laporkan kembali kepada beliau sebelum Musda digelar,” ujar IAS.
Dalam pertemuan itu, IAS mengaku telah memperoleh dukungan dari 15 DPD II Golkar Kabupaten/Kota sebagai modal untuk maju dalam bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, sudah ada 15 pemilik suara yang menyatakan dukungan kepada saya. Sebagian menyerahkan surat dukungan secara langsung, sementara yang lain melalui perwakilan,” katanya.
IAS merinci, sebanyak 12 DPD II telah menyerahkan surat dukungan secara resmi, sedangkan tiga lainnya masih dalam proses melengkapi kelengkapan administrasi. Ia menilai dukungan ini merupakan respon positif terhadap keputusan DPP Golkar yang memberinya rekomendasi diskresi untuk maju sebagai calon ketua.
Ia juga mengajak seluruh kader Golkar untuk tetap menghormati setiap kebijakan yang diambil partai serta menjaga kekompakan dan soliditas menjelang pelaksanaan Musda.
Sementara itu, persaingan memperebutkan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel dipastikan akan berlangsung ketat. Selain IAS, Ketua DPD II Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, juga dikabarkan akan maju. Sebelumnya, Appi telah mengklaim telah mengantongi dukungan dari 21 DPD II Golkar se-Kabupaten/Kota.(edisi/fajar)
Comment