Harga LPG 3 Kg Melonjak Tembus Rp50 Ribu, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Warga Kota Kendari mengeluhkan kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 Kilogram di tingkat pengecer sudah melampaui batas wajar.

Kenaikan harga gas melon ini bervariasi di berbagai wilayah di Kota Kendari, mulai dari harga Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per tabung.

Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi dari pemerintah untuk wilayah Kendari berkisar di angka Rp18 ribu hingga Rp22 ribu per tabung.

Salah seorang warga Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli, Herdawati mengungkapkan, selain langka, harga eceran LPG 3 Kg di sekitarnya sudah mencapai Rp50 ribu per tabung.

“Maaf Kalau Salah Talewaaaaaa sekali Ini GAS MELON kaya Kita tinggal mi Saja Di Pulau, Daerah Terpencil Atau di MOROWALI Mahal Sekali GAS Tembus 50 ribu Padahal Kita Ini Tetangga Sama Pabrik Pengisian GAS Isi Ulang, Tolong Pemerintah Atasi Dulu permasalahan Yang Ada Di lapangan,” tulis Herdawati dalam unggahan facebook, Minggu (24/5/2026).

Diberitakan sebelumnya, Harga gas LPG 3 Kg di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, mengalami kenaikan drastis hingga menembus Rp70 ribu per tabung.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan warga karena dinilai sangat membebani, terutama bagi masyarakat kecil yang sehari-hari bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan memasak.

Salah seorang warga Kelurahan Anduonohu, Ardi, mengaku terpaksa membeli gas dengan harga tinggi karena stok di sejumlah pangkalan dan kios mulai sulit ditemukan.

“Saya beli gas tadi Rp70 ribu yang 3 kg. Saya beli mi saja tadi di kios di depan,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan pengawasan agar harga LPG subsidi kembali normal dan distribusi berjalan lancar.

“Kami harap ada tindakan dari pemerintah, karena kasihan masyarakat kecil kalau harga terus naik seperti ini,” tutupnya.(**)

Comment