Demi Regenerasi, Eks Ketua GMNI Kendari Desak DPD GMNI Sultra Segera Gelar Konferda

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Guna menjamin keberlangsungan organisasi dan kelancaran estafet kepemimpinan, para kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Tenggara mendesak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sultra untuk segera menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) ketiga.

Menurut Rasmin Jaya, mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kendari, kondisi DPD GMNI Sulawesi Tenggara yang saat ini terkesan tidak aktif tidak bisa dianggap sepele, apalagi diabaikan begitu saja.

“Seluruh kader harus memberikan perhatian serius terhadap hal ini, terutama demi menjaga kelancaran regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi,” tegasnya saat dihubungi, Minggu (3/5/2026).

Lebih lanjut, menanggapi berbagai dinamika internal yang terjadi belakangan ini, Rasmin menilai DPD GMNI Sultra harus tampil sebagai penengah dan instrumen penyelesaian masalah agar polemik yang ada tidak berlarut-larut.

“DPD GMNI Sulawesi Tenggara harus menjadi corong aspirasi sekaligus membuka ruang dialog terbuka, guna meminimalisir berbagai perselisihan yang justru merugikan keberlangsungan organisasi secara keseluruhan,” harapnya.

Oleh karena itu, ia mendesak DPD untuk segera mengambil langkah strategis dan taktis agar situasi yang kurang kondusif ini tidak berlangsung terus-menerus. Melalui Konferda, diharapkan seluruh program kerja dan rencana pengembangan organisasi dapat kembali dijalankan secara optimal dalam periode kepengurusan selanjutnya.

Menurutnya, forum Konferda merupakan wadah yang paling tepat dan sah untuk menyikapi situasi saat ini. Mengingat dinamika internal yang cukup alot, DPD perlu bertindak cepat, tepat, dan tegas sebagai langkah jembatan penyelesaian masalah.

“Dinamika sebenarnya hal yang wajar dalam organisasi dan justru bisa mendewasakan kita. Namun, jika yang terjadi hanyalah pertengkaran, munculnya sentimen, hingga ujaran kebencian yang bersifat merusak, maka hal ini harus segera disikapi. Kita wajib menjaga marwah dan eksistensi gerakan ini,” paparnya.

Selain sebagai sarana penyelesaian masalah, penyelenggaraan Konferda juga menjadi kewajiban organisasi sekaligus momen bagi seluruh jajaran di tingkat cabang untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja serta program yang telah dijalankan oleh DPD selama ini.

“Saya pikir sudah sangat tepat waktunya untuk menggelar Konferda. Pasalnya, kepengurusan DPD saat ini sudah berjalan lebih dari satu periode namun kinerjanya belum maksimal, proses kaderisasi terhenti, dan sikap politik organisasi pun belum terarah dengan jelas,” tegasnya.

Terakhir, ia berharap agar Konferda nantinya dijadikan momen refleksi mendalam, wadah evaluasi, serta kritik dan koreksi bersama untuk merumuskan perbaikan tata kelola organisasi di masa depan.
Penyelenggaraan Konferensi Daerah ini sendiri dilandasi oleh hasil keputusan Kongres XXI GMNI di Ambon, Maluku, yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Ia pun berharap, semangat dan energi seluruh kader pasca gelaran kongres tersebut dapat menjadi angin segar bagi GMNI Sultra untuk terus berbenah, sehingga ke depannya organisasi semakin tumbuh dan berkembang sesuai cita-cita, yakni senantiasa membumikan ajaran Marhaenisme di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kami tegaskan, momen ini harus menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DPD, serta peninjauan progres dari masing-masing cabang yang ada di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Melalui Konferda nanti, DPD beserta seluruh DPC diharapkan dapat merumuskan kembali konsep pengkaderan, arah organisasi, dan sikap politik yang jelas demi kemajuan bersama.

“Segala permasalahan internal akan dibahas dan diselesaikan dalam forum resmi ini, sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas organisasi sehari-hari,” tegasnya.

Kepada seluruh kader GMNI di Sulawesi Tenggara, ia mengajak untuk mendedikasikan kemampuan terbaiknya guna menggerakkan roda organisasi, serta meningkatkan kolaborasi antarkader, sesama elemen gerakan, dan pemangku kepentingan demi menyatukan langkah dalam menjalankan program-program mendatang.

“Pentingnya kesepahaman dan komitmen bersama yang dijalankan secara dinamis harus terus ditekankan kepada seluruh kader. Kita wajib mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan nyata dan menjaga persatuan agar GMNI di Sulawesi Tenggara tidak terpecah belah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, langkah konsolidasi ke dalam jajaran kader harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, transformasi kepemimpinan, penguatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia, serta penataan sistem pengkaderan harus menjadi prioritas utama ke depannya, tutup Rasmin di akhir pernyataannya.(**)

Comment