Food Court Fisip UHO Diresmikan, Ciptakan Ruang Interaksi Akademik dan Pendapatan Non-UKT

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Plt Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H.,LL.M, secara resmi meresmikan Food Court Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UHO pada Jumat, 10 April 2026. Fasilitas baru ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi sivitas akademika, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial akademik yang produktif serta mendukung peningkatan pendapatan non-UKT universitas.

Dalam sambutannya, Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H.,LL.M, menyatakan bahwa pembangunan kantin permanen yang representatif, termasuk konsep food court ini, merupakan langkah strategis untuk mendukung ekosistem akademik di kampus. Keberadaan kantin lebih dari sekadar tempat makan dan minum; ia juga berfungsi sebagai ruang vital untuk interaksi sosial dan akademik.

“Saya melihat ini sebagai awal yang baru. Kita ingin membangun kantin yang permanen, yang baik, bahkan kalau bisa dalam bentuk food court. Ini penting untuk supporting kegiatan akademik kita, karena di sinilah ruang pertemuan itu bisa terjadi,” ujar Dr. Herman saat diwawancara.

Beliau menjelaskan bahwa kantin dapat menjadi tempat diskusi yang lebih santai namun tetap produktif, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Suasana yang nyaman di luar ruang kerja formal dapat mendorong diskusi yang lebih konstruktif.

“Mahasiswa setelah kuliah pasti berdiskusi di sini. Dosen dan pimpinan juga bisa memanfaatkan waktu santainya di sini. Dalam suasana seperti ini, diskusi akan lebih konstruktif karena orang dalam kondisi nyaman, tidak lapar dan tidak dehidrasi,” jelasnya.

Dr. Herman juga mendorong pimpinan fakultas untuk memanfaatkan kantin sebagai arena komunikasi yang lebih terbuka dan informal, guna menghilangkan sekat antar elemen sivitas akademika.

“Kalau di ruang kerja suasananya formal dan protokoler, di sini justru harus terbuka. Ini penting untuk menghilangkan sekat komunikasi antara mahasiswa, dosen, dan pegawai,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Herman menekankan pentingnya standar layanan di kantin, mencakup kebersihan, higienitas makanan, kandungan gizi, hingga kualitas pelayanan secara keseluruhan. Kantin diharapkan menjadi contoh layanan yang baik dan sarana edukasi mengenai kebersihan, gizi, dan pelayanan.

Sementara itu, Dekan Fisip UHO, Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si, mengungkapkan bahwa pengembangan kantin modern ini sejalan dengan komitmen pimpinan universitas untuk meningkatkan sumber pendapatan non-UKT.

“Saya kira ini adalah implementasi dari salah satu perjanjian kami dengan Rektor, yakni mendorong peningkatan pendapatan non-UKT. Salah satunya melalui pengelolaan kantin yang dilakukan secara proporsional, sehingga dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi universitas maupun fakultas,” ungkap Prof. Eka.

Ia menambahkan bahwa konsep kantin yang dikembangkan tidak hanya sebagai tempat makan dan minum, tetapi juga dirancang sebagai ruang interaksi akademik yang lebih luas, lengkap dengan area working space yang memungkinkan mahasiswa berdiskusi dan mengerjakan tugas secara informal.

“Kantin ini tidak hanya sekedar tempat makan atau minum kopi, tetapi juga disiapkan ruang-ruang working space yang memungkinkan mahasiswa berinteraksi, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas-tugas akademik secara informal,” terang Prof. Eka.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dan menciptakan lingkungan akademik yang kondusif.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Harapannya, iklim akademik di Fisip UHO dapat tumbuh dengan baik dan pada akhirnya menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ucapnya.
Prof. Eka menutup pesannya dengan mengingatkan pengelola kantin untuk menjaga fasilitas yang telah disediakan demi keberlanjutan manfaatnya bagi generasi mendatang.

“Karena fasilitas ini diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika dosen, mahasiswa, hingga alumni kami menghimbau agar semuanya dapat dijaga dengan baik. Ini bukan hanya untuk kita saat ini, tetapi juga untuk generasi berikutnya,” pungkasnya.(**)

 

Comment