Viral! Dugaan Perploncoan di Pelataran Masjid UHO, Warek II Tegaskan Sanksi Akademik

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebuah video yang diduga aksi perploncoan di pelataran Masjid La Ode Malim, Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, menjadi viral di media sosial. Rekaman amatir yang beredar luas ini menunjukkan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap seorang pria.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang yang diduga mahasiswa, mengenakan pakaian serba hitam, duduk di depan pelataran masjid. Di hadapan mereka, seorang pria yang juga berpakaian hitam tampak memberikan pukulan di bagian wajah salah satu dari mereka.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan identitas serta motif di balik aksi yang terekam.

“Kami belum bisa menyimpulkan dari video itu apa motifnya dan sebagainya. Apakah mereka mahasiswa kami atau bukan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kejadian ini,” kata Prof. Ida Usman saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026).

Prof. Usman menegaskan bahwa pihak Civitas Akademika UHO tidak pernah memberikan izin atau toleransi terhadap aksi perploncoan, terutama yang melibatkan kekerasan dari senior kepada junior.

“Sesuai aturan yang berlaku, tidak ada lagi perploncoan atau kekerasan senior ke junior,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kampus akan mengambil tindakan tegas apabila terdapat laporan resmi yang disertai dengan bukti pendukung yang memadai. Sanksi yang akan diberikan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan pelanggaran yang terjadi.

“Pasti ada sanksinya. Tingkat sanksinya bergantung kadarnya. Bisa berupa teguran, skorsing 1, 2, atau beberapa semester. Kami perlu melakukan pendalaman jika ada laporan masuk,” pungkas Prof. Usman.(**)

Comment