EDISIINDONESIA.id- PDIP dengan gigih menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD yang semakin menguat. Politisi PDIP, Adian Napitupulu, melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 31 Desember 2025, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait potensi hilangnya suara rakyat.
Dalam unggahannya, Adian memposting gambar yang menyoroti dukungan Gerindra, PKB, Golkar, dan PAN terhadap pemilihan kepala daerah oleh DPRD pada tahun 2029. “Berarti suara rakyat dihilangkan/dihapus/dibungkam. Demokrasi Mati – Mati Demokrasi. RipDemokrasi #SuaraRakyatMati. Maka rakyat juga berhak tidak bayar pajak untuk gaji kalian,” tulisnya dalam foto tersebut.
Adian juga memberikan sinyal bahwa revisi UU Pemilu dan Pilkada akan disahkan tahun depan. “Tahun 2026 DPR RI akan putuskan apakah Kepala Daerah akan dipilih langsung oleh Rakyat atau dipilih oleh Anggota DPRD,” tegasnya.
Adian menambahkan, “Dari komposisi kursi, hanya PDI Perjuangan yang tegas menolak kepala daerah dipilih oleh DPRD, sementara partai-partai lainnya setuju.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa PDIP mungkin akan berjuang sendirian melawan arus politik yang kuat.(edisi/rmol)
Comment