EDISIINDONESIA.id – Pelawak sekaligus anggota nonaktif DPR RI Eko Patrio kini harus menjalani hari-harinya dengan mengontrak sebuah hunian di pinggiran Jakarta.
Sekretaris jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengambil keputusan tersebut setelah rumah pribadinya dijarah massa beberapa waktu lalu, sehingga menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan harta benda.
“Sementara saya masih mengontrak sekarang di suatu tempat di pinggiran Jakarta,” kata Eko Patrio di Polda Metro Jaya, baru-baru ini.
Eko menyebut penjarahan atas rumahnya tidak hanya menyebabkan kerugian materiel, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis.
Menurut dia, dampak trauma psikologis juga memengaruhi keluarganya yang sempat merasa enggan untuk ke luar rumah pascapenjarahan tersebut.
Mengenai rencana ke depan, Eko mengaku belum bisa memikirkan banyak hal terkait rumahnya yang rusak parah.
Dia hanya bisa berharap ada rezeki untuk dapat memperbaiki kembali rumah idamannya yang dibangunnya dengan susah payah itu.
“Semoga ada rejeki, saya mau benerin rumah saya,” tuturnya.
Ketika ditanya mengenai penyesalan, Eko Patrio tidak menampik perasaan tersebut.
Rumah yang dibangunnya dari nol, kini lenyap dalam sekejap, meninggalkan kekecewaan yang mendalam.
Namun, mantan personel grup lawak Patrio tersebut berusaha untuk menerima kenyataan pahit dan menghadapinya.
“Yah, kalau ditanya itu, rumah yang sudah dibangun seperak dua perak, terus tiba-tiba hilang seketika pasti ada rasa kecewa,” ujarnya.
Eko Patrio juga akhirnya angkat bicara mengenai tudingan netizen yang menyebut dirinya bersembunyi di luar negeri pasca-kejadian.
Dia menjelaskan kondisinya saat itu sangat jauh dari bayangan kemewahan seperti yang dituduhkan.
“Boro-boro mengumpet di luar negeri,” sanggah Eko Patrio.
“Rumah aja sekarang mengontrak di pinggiran Jakarta. Ke luar negeri bagaimana ceritanya,” katanya lagi menepis tudingan. (edisi/jpnn)
Comment