KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua, dengan PLN Nusantara Power UP Kendari dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra di Kantor PLN Wua-wua Kendari.
Hugua menekankan pentingnya pengembangan energi biomassa dari limbah pertanian sebagai alternatif pengganti batu bara.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani.
“Jika mekanismenya diatur dengan baik, petani bisa menjadi pemasok utama biomassa. Pemerintah daerah siap mendukung,” ujarnya.
Selain biomassa, Hugua juga menyebut peluang pengembangan energi nuklir. Ia menilai Sultra memiliki kondisi geologis yang aman dan sesuai dengan kajian Dewan Energi Nasional (DEN), menjadikan daerah ini layak untuk penjajakan kerja sama pengembangan energi atom.
Ia juga menyinggung potensi energi surya yang butuh pengelolaan lebih baik agar berkelanjutan.
Wagub menegaskan, Pemprov Sultra siap bersinergi dengan PLN dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan energi.
“Energi terbarukan bisa membuka peluang bagi petani, pengusaha, dan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan energi di Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa kapasitas daya listrik di Sulselrabar saat ini mencapai 1.800 MW.
Ia menilai Sultra memiliki daya tarik besar bagi investor karena porsi energi terbarukannya sudah mencapai 34 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang baru 14 persen.
“PLN tidak hanya mendukung industri besar, tapi juga UMKM dan dunia usaha lokal. Semakin besar konsumsi listrik berarti semakin tinggi kemakmuran masyarakat,” jelas Edyansyah.
Ia menambahkan, meski tantangan biaya produksi tetap ada, PLN bersama pemerintah berkomitmen menjaga harga listrik tetap terjangkau.
Pertemuan ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan HIPMI. Dengan semakin terbukanya peluang energi terbarukan, Sulawesi Tenggara diharapkan mampu menjadi pusat investasi energi dan industri di kawasan timur Indonesia.(**)
Comment