Pelatih Portugal Bela Ronaldo Main 90 Menit: Membandingkannya dengan Messi dan Haaland Itu Kekanak-kanakan

EDISIINDONESIA.id-Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martínez, membela keputusannya memainkan Cristiano Ronaldo selama 90 menit penuh di seluruh laga fase grup Piala Dunia 2026. Menurutnya, membandingkan perlakuan terhadap Ronaldo dengan pemain lain seperti Lionel Messi atau Erling Haaland adalah tindakan yang tidak dewasa.

Portugal bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia pada laga terakhir Grup K yang berlangsung Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Hasil ini membuat Seleção das Quinas finis di posisi kedua Grup K dan akan menghadapi Kroasia pada babak 32 besar.

Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo kembali diturunkan bermain penuh. Artinya, penyerang berusia 41 tahun itu telah mencatatkan total waktu bermain selama 270 menit dari tiga pertandingan di babak penyisihan.

Keputusan Martínez untuk terus memainkan Ronaldo tanpa henti menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, terutama mengingat timnas Argentina dan Norwegia memilih mengistirahatkan Lionel Messi serta Erling Haaland pada pertandingan terakhir fase grup masing-masing.

Namun, Martínez menegaskan bahwa setiap pemain memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan satu sama lain.

“Kami tidak membandingkan pemain kami dengan pemain dari tim lain. Itu akan menjadi sesuatu yang kekanak-kanakan,” ujar Martínez seperti dilansir ESPN.

“Cristiano selalu tahu cara berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Yang paling penting baginya adalah tetap kuat secara mental, disiplin dalam menjaga posisi, dan mampu membuka ruang dalam pola serangan kami,” imbuhnya.

Martínez juga menambahkan bahwa secara fisik Ronaldo masih mampu tampil selama 90 menit penuh.

“Tidak ada masalah bagi Cristiano untuk bermain penuh. Mungkin di pertandingan berikutnya kami akan melakukan perubahan, tetapi hal itu berlaku untuk semua pemain, bukan hanya dia,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa tim pelatih terus memantau kondisi seluruh pemain secara ketat sebelum menentukan susunan tim terbaik. Sepanjang fase grup, Portugal telah menggunakan 21 pemain lapangan sebagai bagian dari strategi rotasi skuad.

“Kami selalu memantau semua data yang didapatkan dari pertandingan maupun sesi latihan. Dari situlah kami menentukan apakah perlu melakukan perubahan atau tidak,” tutur Martínez.

“Misalnya hari ini kami membagi waktu bermain untuk João Neves dan Rúben Neves masing-masing selama 45 menit. Hal serupa juga diterapkan pada Diogo Dalot dan João Cancelo, karena setiap posisi memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada beberapa pemain yang belum berada dalam kondisi kebugaran terbaik, sehingga data yang kami kumpulkan sangat membantu dalam mengambil keputusan,” tambahnya.

Kegagalan menjadi juara grup membuat Portugal berpotensi menghadapi Spanyol — juara Piala Eropa 2024 — jika mereka mampu melewati rintangan babak 32 besar. Meski demikian, Martínez mengaku tidak terlalu memikirkan siapa calon lawan selanjutnya. Baginya, target utama di fase grup hanyalah memastikan tiket lolos ke babak gugur.

“Sekarang saatnya melakukan penyesuaian, memperbaiki permainan, dan mengendalikan jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih baik. Tiga pertandingan fase grup ini kami butuhkan untuk mencapai level permainan terbaik. Laga melawan Kolombia sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

“Kami ingin bertahan di turnamen ini hingga delapan pertandingan. Sekarang, kompetisi yang sesungguhnya baru saja dimulai,” tegas Martínez.(edisi/bola)

Comment