LPPM UHO Beri Penguatan Pemahaman Terkait Survey Pilkada 2024 kepada Masyarakat Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan Pengabdian Keemitraan Masyarakat Internal (PKMI) berupa Penguatan Pemahaman Indikator dan Metode Survey dalam Survey Pilkada Tahun 2024.

Kegiatan berupa penyampaian materi dan diskusi ini dilaksanakan oleh Dr. Ruslan, S.Si., M.Si yang merupakan seorang akademisi berlatar belakang Ilmu Statistika.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda di Kota Kendari, yakni Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga pada 3 November 2024, dan di Kelurahan Kadia Kecamatan Kadia pada 5 November 2024.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Ketua RW dan Ketua RT di kedua Kelurahan tersebut. Sementara sebagai pemateri pertama dalam kegiatan tersebut adalah Lurah Baruga Burhanuddin Daming, S.E., M.M, dan Lurah Kadia Yance Sampe S.E., M.M.

Kedua lurah memberikan materi terkait keadaan kondusifitas masyarakat, dan jumlah DPT. Selain itu juga memaparkan hal-hal yang sering muncul di masyarakat selama Pilkada berlangsung dari waktu ke waktu yang lalu, di antaranya terkait rilisnya beberapa hasil survey yang tersebar di berbagai media namun hasilnya berbeda.

Sementara itu, Dr. Ruslan, S.Si., M.Si sebagai pemateri utama membahas terkait indikator dan metode survey Pilkada, seperti pemahaman makna dan tujuan popularitas, akseptabilitas, serta elektabilitas pada survey pilkada.

Ia juga memberikan pemahaman kaitan margin of error dengan ukuran sampel yang diambil, pemahaman swing voters dan strong supporter dalam elektasbilitas calon, serta pemahaman metode pengambilan sampel berupa tahapan penentuan responden dalam hal ini metode multistage random sampling yang seringkali digunakan lembaga survey, serta pemahaman perbedaan Quick Count dengan Real Count.

Ruslan menjelaskan, seiring dengan adanya perhelatan Pilkada serentak tahun 2024 yang akan dihadapi pada akhir November 2024 ini, beberapa lembaga survey seringkali merilis hasil surveynya dengan hasil yang berbeda beda.

Ia menilai, hal ini seringkali membuat keamanan dan kenyamanan masyarakat terganggu terutama akibat dampak dari hasil survey pilkada yang berbeda beda yang di klaim dari masing masing calon peserta pilkada.

“Sehingga perlu adanya penguatan pemahaman dan meningkatkan wawasan keilmuan kepada masyarakat setempat yang memahami kebenaran informasi dan keakuratan hasil hasil survey bersadarkan indikator dan metode survey yang digunakan oleh lembaga survey,” jelas Ruslan, Rabu (13/11/2024).

Pihaknya berharap, kegiatan ini mampu menguatkan pemahaman terkait survey Pilkada dan hasil surveynya, sehingga sebagai ketua RT dan RW mampu memiliki pemahaman yang lebih untuk memberikan pamahaman kepada masyaraktnya terkait survey pilkad.

“Hal ini juga diharapkan mampu menjaga kondusifitas dan kebersamaan masyarakat dalam mengahdapi
Pilkada serentak di akhir November 2024 ini,” pungkasnya. (**)

Comment