Pertanyaan Tes Kejiwaan Banyak Dikeluhkan Cakada, SC: Pertanyaan Bukan Kami yang Buat

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Tes kejiwaan kepala daerah telah tuntas di laksanakan di rumah sakit Bahtera Mas, Sabtu 31/8 kemarin, namun rangkaian pelaksanaan pemilihan kepada daerah yang di gelar oleh KPU menjadi keluhan sebagain calon kepala daerah yang menjalani tes kejiwaan.

Bagaiman tidak, tes kejiwaan yang menjawab 560 pertanyaan membuat sebagian calon kepala daerah kebingungan bahkan salah dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Stering Commite  (SC), Dokter Gigi Ulfiandani Imran mengatakan  pelaksanaan tes kesehatan kepala daerah di rumah sakit Bahtera Mas, soal-soal sebanyak 560 pertanyaan yang banyak di keluhkan oleh calon kepala daerah merupakan standar dasar yang disepakati oleh seluruh dokter kejiwaan indonesia,

“Pertanyaan-pertanyaan ini dibuat oleh seluruh perkumpulan dokter kejiwaan indonesia, jadi semua pertanyaan-pertanyaam ini sama disemua daerah,” kata Ulfiandini, Sabtu (31/8/2024) kemarin.

Wakil direktur keuangan rumah sakit Bahteramas ini menyebut, untuk soal-soal sebanyal 560 pertanyaan tidak bisa direvisi lagi karena dibuatnya dipusat.

“Kami tidak bisa merevisi pertanyaan-pertanyaan itu, kalau pun mau direvisi itu dari pusat, karena semua rumah sakit diserluruh indonesia sama, dan  hasil tes kesehatan para calon kepala daerah nantinya akan di umumkan dan akan diserahkan ke KPU ,” ucapnya.

Selain itu, Ulfiandani menyebut untuk tes  psikolog juga akan di gelar serentak, hari ini 1/9/2024 para calon kepala daerah diwajibkan mengikuti tes tersebut,

“Ada beberapa peserta yang tidak hadir untuk tes kesehatan namun, akan di wajibkan hadir tes psikolog, kalau mereka tidak ikut tes maka mereka akan gugur,” katanya.

Untuk menghidari kebocoran soal, tes psikolog ini akan di gelar serentak termasuk yang melaksanakan tes di rumah sakit siloam bau-bau,

“Kami dari rumah sakit hanya menfasilitasi apa yang di minta oleh KPU, untuk soal-soal tes psikolog kami tidak di beritahu dan yang berhak menjawab itu adalah orang psikolog,” tandasnya.(**)

Comment