Ditemukan Cadangan Gas di Riau, Kandungannya Capai 126 BCF

EDISIINDONESIA.id – Kandungan gas kembali ditemukan di wilayah Sumatera. Kali ini tepatnya berlokasi di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Adalah PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) melalui Pengeboran Sumur Eksplorasi Central East Napuh-01 (CEN-01) menemukan struktur kandungan gas dari lampisan reservoir, dengan perkiraan awal kandungan gas ditempat (gas in-place) sebesar 126 BCF (miliar kaki kubik) berdasarkan kajian post drill.

Pengeboran Sumur Eksplorasi CEN-01 itu dibor dengan total kedalaman 2,093 ft dari beberapa lapisan reservoir dengan total ketebalan 57 ft.

Tak main-main, Direktur Utama EMP, Syailendra S. Bakrie menjelaskan, komposisi temuan gas di Pelalawan ini memiliki kandungan gas Metana di atas 97% dengan komposisi gas yang mirip dengan Lapangan Seng-Segat yang kini berproduksi sebesar 80 MMSCFD.

Saat ini sumur CEN-01 sedang dalam tahap uji alir kandungan lapisan zona pertama dari rencana total tiga zona yang akan di uji. Program DST#1 berhasil mengalirkan gas dengan laju alir choke 28/64” sebesar 1 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) dan akan dilanjutkan dengan program DST pada dua zona reservoir yang lebih baik dan diperkirakan memiliki potensi kemampuan laju alir (absolute open flow) hingga 10 MMSCFD.

“Berdasarkan ketersediaan data geologi dan geofisika, temuan ini akan ditindaklanjuti dengan kajian lanjutan untuk pengembangan struktur Central East Napuh berupa pengeboran sumur pengembangan, pembangunan pipa, dan fasilitas produksi yang ditargetkan untuk dapat mulai berproduksi pada akhir tahun 2025 dengan perkiraan target produksi gas hingga 45 MMSCFD selama 5 tahun,” jelas Syailendra dalam keterangannya, Senin (11/3/2024).

Menurut dia, temuan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama yang sangat baik antara EMP dengan SKK Migas.

“EMP akan terus melakukan eksplorasi dan pengembangan di Wilayah Kerja Bentu dengan tujuan untuk dapat meningkatkan produksi dan cadangan gas,” tegasnya.

Direktur EMP, Tri Firmanto menambahkan, temuan ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan pasok gas EMP Bentu Ltd dan juga meningkatkan pendapatan negara serta memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

Jika menggunakan asumsi harga gas sebesar US$6 per MMBTU (juta british thermal unit), penjualan tambahan yang dapat dihasilkan oleh Wilayah Kerja Bentu adalah sebesar sekitar US$270 ribu per hari atau sebesar sekitar US$100 juta per tahun selama 5 tahun bagi Negara dan EMP Bentu Ltd.

PT Energi Mega Persada Tbk (“EMP”) melalui anak perusahaan EMP Bentu Limited, merupakan operator dan pemilik 100% hak partsipasi Wilayah Kerja Bentu yang terletak di Provinsi Riau, sekitar 70 kilometer dari kota Pekanbaru ke arah Tenggara.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro mengatakan temuan struktur gas yang berhasil diperoleh EMP merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan.

Hal ini juga akan menjaga kontribusi EMP dalam mendukung produksi gas dimasa yang akan datang, karena saat ini lebih dari 50% produksi gas di wilayah perwakilan SKK Migas Sumbagut dikontribusikan oleh EMP.

“SKK Migas mengharapkan penemuan ini dapat segera diproduksi dan dikomersialisasikan guna memenuhi kebutuhan kelistrikan dan industri di wilayah Sumatera bagian tengah dan mendukung neraca gas nasional. Dengan penemuan ini tentu memperkuat upaya mencapai target jangka panjang di 2030, khususnya kas yang ditargetkan sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD),” kata Hudi. (edisi/fajar)

Comment