Sebut Indonesia Cuma Berambisi Juara Kontinental, Media Vietnam Soroti Perubahan Regulasi Liga 1

EDISIINDONESIA.id – Media asing kembali menyoroti perubahan regulasi yang dilakukan PT LIB menyambut berlangsungnya ajang Piala Asia U-23.

Media asing asal Vietnam Soha.vn menyebut Indonesia mengubah aturan persaingan di kejuaraan nasional hanya karena ambisi kontinental.

Sebelumnya, Jelang berlangsung ajang Piala Asia U-23, PT LIB mengubah regulasi terkait penggunaan pemain muda di setiap pertandingan.

Dalam regulasi sebelumnya dimana setiap tim di wajibkan untuk memainkan setidaknya satu pemain U-23 selama 45 menit pertandingan.

Namun, regulasi tersebut di amandemen ulang oleh PT LIB dalam rapat bersama Owner-owner dari setiap klub pada 15 Februari lalu.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga pun mengungkap PT LIB pun sudah menyampaikan surat terkait hal ini kepada klub-klub di ajang Liga 1 Indonesia.

“Jadi tanggal 15 Februari itu PT LIB itu menggelar rapat ownernya klub,” kata Arya Sinulingga dalam keterangan yang diterima Fajar.co.id, Kamis (29/2/2024).

“Mereka memberikan surat untuk klub-klub karena regulasi pemain Indonesia U-23 minimal 45 menit,” sambungnya.

Alasannya dilakukannya amandemen ini menyusul akan berlangsungnya ajang Piala Asia U-23 dan Timnas Indonesia U-23 yang ikut berpartisipasi membutuh tenaga para pemain.

Selain itu, ajang tersebut yang tidak berlangsung dalam kalender FIFA membuat setiap tim kesulitan untuk melepas para pemain.

Dan dengan adanya regulasi terbaru ini, maka para tim pun tidak akan kesulitan lagi jika nanti para pemain mudanya mendapatkan panggilan Timnas.

“Sementara di sisi lain, kami memutuskan pemain-pemain untuk Piala Asia U-23,” jelasnya.

“Kemudian dicabut sehingga mereka bisa leluasa dan tidak tergantung kepada aturan harus memainkan memainkan pemain U-23 Timnas Indonesia di aturan tersebut,” terangnya.

Soha.vn pun menyebut Timnas Indonesia hanya mengejar ambisi kontinental, bahkan sampai mengubah regulasi.

“Karena ambisi kontinental, Indonesia mengubah aturan persaingan di kejuaraan nasional,” tulis judul artikel Soha.vn, Sabtu (2/3/2024).

“Sepakbola Indonesia punya ambisi yang sangat tinggi di Piala Asia U-23 April mendatang. Karena mereka memiliki fondasi sekelompok pemain muda yang unggul, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa mereka unggul dalam sejarah industri sepakbola ini. Dengan nama-nama muda berbakat seperti Arhan, Ferdinan, Sananta, mereka bisa menjuarai SEA Games ke-32,” lanjutnya.

“Itulah bekal Indonesia agar percaya diri memasuki Piala Asia U=23. Namun banyak kontroversi karena klub-klub dalam negeri tidak mengizinkan pemainnya bergabung dengan timnas. Argumen mereka adalah Piala Asia U-23 bukan bagian dari sistem kompetisi FIFA sehingga klub tidak punya kewajiban melepas pemain,” jelasnya.

“Belum lagi, di Kejurnas Indonesia ada aturan bahwa setiap pemain domestik U-23 di setiap klub harus bermain minimal 45 menit/pertandingan. Klub menjelaskan bahwa setelah mereka menyediakan orang untuk tim nasional U-23, mereka tidak lagi memiliki orang untuk memenuhi persyaratan dari penyelenggara turnamen,” sebutnya.

“Oleh karena itu, sepakbola di sana mengambil keputusan penting, menunjukkan betapa seriusnya mereka mengapresiasi ajang Piala Asia U-23. Setelah bertahun-tahun dianggap sebagai aturan yang baik, membantu pemain muda memiliki kesempatan untuk berlatih, tahun ini aturan tersebut sudah tidak ada lagi,” terangnya. (edisi/fajar)

Comment