KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Cadangan pangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini yang masih tersimpan yaitu sejumlah 192 ton beras.
Sementara untuk ketersediaan pangan Sultra masih aman dan terjaga, dimana saat ini Pemprov Sultra masih mempunyai stok 62.383 ton beras, artinya masih cukup untuk 3 bulan ke depan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sultra, Ari Sismanto menyampaikan bahwa, cadangan pangan sejumlah 192 ton beras tersebut untuk membackup kabupaten kota yang misalnya menghadapi situasi darurat, salah satu contohnya yaitu bencana.
“Untuk penanganan kerawanan pangan, cadangan pangan itu diatur oleh Perda ataupun Pergub, peraturan Bupati ataupun Wali Kota,” katanya saat menghadiri pertemuan koordinasi dalam rangka penguatan cadangan pangan Pemda Sultra tahun 2023, Rabu (18/10/2023).
Kata dia, dalam Perda tersebut mengatur terkait bagaimana menyiapkan cadangan pangan dan bagaimana penyaluran cadangan pangan.
Ari Sismanto menyampaikan bahwa cadangan pangan beras tersebut selalu diperbarui, dimana pihaknya menjalin kerjasama dengan Bulog dan ketika ada beras baru yang masuk maka cadangan pangan yang lama akan diganti.
“Jadi selalu baru, karena itu untuk persiapan, kita tidak tau kalau tiba-tiba sesuatu hal terjadi dan harus mengeluarkan cadangan pangan ini, jadi cadangan pangan pemerintah tidak boleh kosong,” jelasnnya.
Ia mengatakan, ketika cadangan pangan tersebut berkurang maka APBD akan menganggarkan untuk diisi kembali, karena tidak terjadi kekosongan.
Hal tersebut sudah diatur dalam Perda Sultra, hanya saja beberapa kabupaten di Sultra masih sementara menyusun regulasi.
“Sebagian besar juga sudah ada, sudah ad 10 kabupaten yang punya cadangan pangan pemerintah di daerah kabupaten, 7 kabupaten belum salah satunya itu Kota Kendari,” tutupnya. (**)
Comment