BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Penjabat Bupati Bombana, Burhanuddin, didampingi Ketua TP- PKK Fatmawati Kasim Marewa, pimpin rapat program Bapak/Bunda Asu Anak Stunting, di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bombana, Selasa (1/8/2023).
Rapat yang digelar di Rujab Bupati ini yakni untuk menindaklanjuti surat Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara perihal pembaharuan data pelaksanaan Program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).
Program BAAS sendiri merupakan salah satu program untuk mengeliminasi kasus stunting hingga 14 persen di akhir tahun 2024.
Program ini diluncurkan BKKBN sebagai gerakan gotong royong dari seluruh elemen bangsa dalam mempercepat penurunan stunting dan menyasar langsung keluarga yang mempunyai anak beresiko stunting.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Burhanuddin menekankan bahwa untuk mewujudkan penurunan kasus stunting di Kabupaten Bombana harus dibangun komitmen bersama dan action nyata
“Ini harus dilaksanakan dengan cara intervensi dan konvergensi penurunan angka stunting dalam penanggulangan stunting,” ujarnya.
Ia juga berharap agar masyarakat, institusi, perusahan dan stakeholder secara aktif bersama-sama sebagai Bapak/Bunda asuh melakukan intervensi dan kontribusi untuk terlibat aktif memberikan bantuan penanganan stunting baik berupa pemberian makanan tambahan dan asupan gizi yang tercukupi bagi balita penderita stunting.
Sebab, sesuai dengan amanat Perpres 72 tahun 2021 yang dilakukan secara lintas sektoral, Pj. Bupati Bombana menegaskan bahwa pemerintah sangat serius mengupayakan percepatan penurunan Stunting, karena masa depan bangsa tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif semua pihak.
“Sebab, dalam menyongsong masa depan kita harus optimis, namun tidak boleh lengah. Sebab, anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan, sebab kelak mereka menjadi anak-anak penerus bangsa yang bermutu,” tuturnya. (**)
Comment