Seleksi Paskibraka Perwakilan Sultra Untuk Ke Tingkat Nasional Diduga Dimanipulasi Panitia

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Pemilihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingakat Nasional yang bakal mewakili Provinsi Sulewesi Tenggara (Sultra) diduga dimanipulasi, sebab sebelumnya seorang Siswa asal Konawe bernama Doni Amansya dinyatakan lulus sebagai pasukan inti saat mengikuti seleksi.

Namun, tak berselang lama. Nama Doni digantikan oleh nama yang sebelumnya sebagai pasukan cadangan, yakni Siswa asal Bau-Bau, Wiradinata Setya Persada.

Diketahui, sebelumnya ada 4 orang siswa yang mengikuti proses seleksi Paskibraka Nasional di tingkat Sultra sejak Mei 2023.

Keempat siswa itu yakni Doni Amansa utusan SMA Negeri 1 Unaaha Konawe, Nadira Syalvallah utusan SMA Negeri 2 Baubau, serta Wiradinata Setya Persada dan Aini Nur Fitriani utusan SMA Negeri 1 Baubau.

Menurut orang tua Doni Amansyah, Samsuariani menyebut, Doni dan Nadira saat itu diumumkan sebagai anggota inti Paskibraka Nasional. Sementara Wira dan Aini menjadi cadangan.

“Akan tetapi, nama anaknya (Doni) sebagai pasukan inti berganti dengan nama pasukan cadangan (Wira),” ujarnya melalui sambungan telfon, Jumat (14/7).

Pengakuan Calon Paskibraka Yang Tak di Loloskan

Doni Amansyah merupakan seorang Siswa asal SMA Negeri 1 Unahaa Konawe, dirinya tak menyangka bahwa nama yang lolos untuk mewakili Provinsi Sulewesi Tenggara ke tingkat nasional bukan dirinya.

Padahal sebelumnya, menurut Doni, didalam sebuah ruangan tempat seleksi, ia mendengarkan dari panitia, bahwa namanya lolos menjadi pasukan inti Paskibraka ke tingkat Nasional mewakil Provinsi Sulewesi Tenggara.

Akan tetapi, seusai ia mendapatkan pembekalan persiapa ke tingkat Nasional, dengan rasa gembira ia balik kerumah dengan maksud memberitahukan ibunya. Namun berbalik, ia justru mendapatkan kabar dirinya tak jadi berangkat.

“Rencananya saya berangkat tanggal 15, karena di tanggal 17 sudah registrasi di Jakarta,” pintah anak yang masih berusia 17 tahun itu.

“Saya sangat kecewa tidak bisa melanjutkan yang diharapkan orang tua saya, tetapi saya terus berdoa agar kedepannya diberikan yang terbaik,” pintah anak yang berusia 17 tahun itu.

Pengakuan Kesbangpol Konawe dan Kesbangpol Sultra

Kabid Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Konawe Tini Untung merasa heran ketika nama Doni Amansyah tak lolos lanjut ke tingkat Nasional, sebab pada saat seleksi terakhir, pantia membacakan pengumuman bahwa Doni Amansyah dan Nadira Syalvallah menjadi pasukan inti.

Sedangkan untuk pasukan cadangan, yakni, Wiradinata Setya Persada dan Aini Nur Fitriani.

“Pengumuman itu bukan cuman saya yang dengar, kalau cuman saya sendiri mungkin salah pendengaran, tetapi ada pendamping dari peserta yang lain dan juga Kepala Kesbangpol Sulawesi Tenggara ikut mendengar pengumuman itu,” tegas Tini Untung.

Namun, setelah pengumuman itu bacakan, hingga kini, Surat Keputusan lolosnya Doni belum diserahkan ke pihak Kesbangpol Konawe.

“Justru, tiba-tiba saya melihat di Medsos Doni tidak lolos, dan sampai sekarang belum ada kejelasan resmi dari pihak Pemprov Sultra tidak lolosnya (Doni red),” jelas Titi.

Kemudian, sambung Titi, yang membuat ia heran, ketika pihak panitia seleksi mengatakan bahwa pembekalan itu merupakan seleksi terakhir.

“Sepengetahuan saya, pembekalan itu persiapan untuk berangkat, terus kenapa harus ada lagi seleksi,” tuturnya.

Maka dari itu, Titi menagih pihak pantia seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulewesi Tenggara, agar memperlihatkan semua nilai-nilai hasil seleksi.

“Kami mau lihat itu nilai, karena menurut mereka nilainya Doni rendah, makanya kami mohon kasih lihat itu nilai, mulai dari nilai kesehatan, parade, kesamaptaan, hingga nilai lainnya,” ujarnya.

“Karena dari awal hingga akhir seleksi saya mengikuti,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sulawesi Tenggara Harmin Ramba mengatakan, sebelumnya memang telah ditetapkan empat calon terbaik hasil seleksi untuk ke tingkat nasional, yaitu 2 orang berasal dari Kota Baubau, 1 orang dari Buton, dan 1 orang dari Konawe.

Namun, 4 orang tersebut akan disaring menjadi 2 orang terbaik berdasarkan hasil seleksi yang nilainya dikeluarkan oleh Panita Seleksi (Pansel) dan di SK-kan oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Ia menyebut bahwa pihaknya menetapkan empat orang terbaik karena mempersiapkan 2 orang cadangan untuk paskibraka nasional.

“Jangan sampai yang 2 ini ada apa-apa ke depan, jadi kita siapkan 2 cadangannya sambil menunggu nilai rampung untuk menentukan siapa yang berangkat dan siapa yang jadi cadangan,” ungkapnya dikutip dari Zonasultra.id

Dua paskibraka perwakilan Sultra dinyatakan hanya secara kebetulan berasal pada daerah yang sama, yaitu Kota Baubau. Pasalnya, dari nilai hasil tes, kedua perwakilan dari Baubau tersebut memiliki nilai tertinggi dari calon lainnya.

Keduanya adalah Wiradinata Setya Persada yang berasal dari SMAN 1 Baubau dan Nadira Syalvallah dari SMAN 2 Baubau yang telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur nomor 371 tahun 2023 tentang penetapan calon Paskibraka nasional utusan Sultra. (**)

Comment